BankHeadlineKeuangan

BRI Targetkan Kredit Tumbuh 7–9 Persen pada 2026, Ditopang Likuiditas Kuat

×

BRI Targetkan Kredit Tumbuh 7–9 Persen pada 2026, Ditopang Likuiditas Kuat

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menargetkan pertumbuhan kredit pada kisaran 7 hingga 9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang 2026. Target tersebut didukung kondisi likuiditas dan permodalan yang dinilai solid.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menyampaikan bahwa optimisme tersebut sejalan dengan prospek ekonomi domestik yang tetap positif, khususnya pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama perseroan.

“BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus menyalurkan kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Perseroan juga menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai bagi pemegang saham. Hal ini tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham.

Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau sekitar Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada Januari 2026.

Pembagian dividen tersebut mengacu pada kinerja laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,13 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Achmad menjelaskan bahwa kombinasi antara pembagian dividen yang optimal dan fundamental keuangan yang kuat menunjukkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan ekspansi jangka panjang.

Hingga akhir 2025, BRI mencatatkan ekuitas sebesar Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4 persen (yoy). Kinerja ini ditopang oleh konsistensi perseroan dalam mencetak laba, meski tetap melakukan distribusi dividen sepanjang tahun.

Dari sisi likuiditas, BRI berada dalam kondisi memadai dengan rasio liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 136,9 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen. Angka tersebut mencerminkan struktur pendanaan yang stabil untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, permodalan perseroan juga tergolong sangat kuat, dengan rasio kecukupan modal (CAR) secara konsolidasi mencapai 26,63 persen dan secara bank only sebesar 23,52 persen, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator.

Dengan fondasi tersebut, BRI optimistis mampu menjaga pertumbuhan kredit yang sehat sekaligus memperkuat perannya dalam mendorong perekonomian nasional, khususnya melalui pemberdayaan sektor UMKM. jr1