Jakarta, BisnisJatim.Id – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jika perekonomian Indonesia triwulan III/2026 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.741,0 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 3.633,2 triliun.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan, ekonomi Indonesia triwulan III/2026 tumbuh sebesar 1,59 persen dibanding triwulan II/2026 (q-to-q).
“Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,44 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,49 persen,” kata Edy dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Ekonomi Indonesia triwulan III/2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibanding triwulan III/2025 (y-on-y).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,22 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen.
Sampai dengan triwulan III/2026, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,45 persen (c-to-c).
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,62 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,09 persen.
“Pada triwulan III/2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 56,05 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,84 persen (y-on-y),” pungkasnya. (bj8/nis)







