Bisnisjatim.id, Surabaya – Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang akan digelar WINGS Group Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya pada 4 Oktober mendatang tak hanya menjadi ajang olahraga bagi para pelari. Gelaran tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat posisi Surabaya sebagai destinasi wisata sekaligus memperkenalkan karakter Kota Pahlawan kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Tahun ini, jumlah peserta Surabaya ISOPLUS Marathon mengalami peningkatan. Jika pada 2025 tercatat sekitar 9.000 pelari, jumlah peserta pada 2026 meningkat menjadi hampir 11.000 pelari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 persen peserta berasal dari Surabaya, sedangkan 39 persen lainnya datang dari luar kota, termasuk dari berbagai wilayah Jawa Timur, Jabodetabek, hingga mancanegara seperti Jepang, India, Filipina, dan Singapura.
Besarnya jumlah peserta dari luar Surabaya turut membuka peluang perputaran ekonomi di berbagai sektor. Kehadiran ribuan pelari, panitia, serta pendukung acara berpotensi memberikan dampak terhadap akomodasi, transportasi, layanan transportasi online, kuliner, pusat oleh-oleh, UMKM, hingga berbagai layanan lainnya.
Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan ekonomi Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya mencatat perekonomian kota tumbuh 5,87 persen pada 2025, sementara sektor akomodasi dan makan-minum menyumbang 16,71 persen dalam struktur ekonomi kota.
“Harapan kami, gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 4 Oktober mendatang juga dapat lebih lagi menyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Surabaya tahun 2026,” ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverages Category, WINGS Group Indonesia.
Pengalaman penyelenggaraan pada 2025 juga menunjukkan dampak ajang lari tersebut terhadap sektor pariwisata. Surabaya ISOPLUS Marathon 2025 yang diikuti sekitar 9.000 pelari turut mendorong tingkat hunian hotel dan aktivitas UMKM di Kota Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya menyebut tingkat okupansi hotel di kawasan Surabaya Pusat mencapai 100 persen selama pekan pelaksanaan acara.
Secara keseluruhan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Kota Surabaya pada Oktober 2025 mencapai 50,75 persen. Angka tersebut meningkat 4,56 poin dibandingkan TPK pada September 2025 yang berada di level 46,19 persen.
Penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon juga dinilai turut memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat sport tourism dan lifestyle running city. Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara membuat ajang olahraga tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas di lintasan, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas wisata dan ekonomi di berbagai sektor.
Dukungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap penyelenggaraan tahun ini juga mencakup kesiapan infrastruktur di sepanjang jalur yang akan dilalui para pelari. Sejumlah jalur diperbaiki untuk mendukung kenyamanan dan aspek keselamatan peserta selama perlombaan.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya yang juga sangat mendukung kelancaran event ini. Pemerintah Kota Surabaya bahkan memperbaiki jalur yang akan dilintasi pelari agar memenuhi standar kenyamanan dan safety,” lanjut Joshua.
Dengan hampir 11.000 peserta dan 39 persen di antaranya berasal dari luar Surabaya, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 diharapkan kembali memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Gelaran yang berlangsung pada 4 Oktober tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Surabaya untuk menunjukkan daya tariknya sebagai kota olahraga, wisata, dan gaya hidup kepada peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara.(kar)






