Teks Foto : General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, bersama jajaran manajeman PLN meninjau kondisi kWh meter pelanggan ULP Bangkalan.
Bisnisjatim.id, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperkuat efisiensi pengelolaan jaringan listrik di Bangkalan, Madura, melalui penerapan Pilot Project Online Monitoring Performance (OMP) di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan. Pemanfaatan sistem berbasis digital ini diarahkan untuk meningkatkan akurasi pemantauan jaringan sekaligus mendukung kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Penerapan OMP menjadi bagian dari transformasi digital PLN dalam mengelola distribusi listrik. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan data kelistrikan pada jaringan dan pelanggan secara lebih terukur sehingga dapat membantu PLN memetakan susut energi dan menentukan langkah perbaikan secara lebih tepat sasaran.
Dalam agenda pembahasan Pilot Project OMP pada 22 September 2026, PLN meninjau perkembangan penerapan sistem tersebut di ULP Bangkalan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan implementasi OMP tidak berhenti pada pemasangan perangkat, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi operasional dan pengelolaan jaringan kelistrikan.
Hingga saat ini, implementasi fisik OMP pada Penyulang Martadinata telah mencapai 100 persen. Sementara itu, pemasangan Data Concentrator Unit (DCU) pada Penyulang Maduratex juga telah rampung 100 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari tahapan pengembangan OMP yang terus dievaluasi dan disempurnakan oleh PLN.
Data yang dihasilkan melalui OMP selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar untuk mengevaluasi kondisi jaringan serta menentukan tindak lanjut perbaikan di lapangan. Sejumlah langkah telah dilakukan, di antaranya penyeimbangan beban dan perbaikan jaringan tegangan rendah guna mendukung kualitas tegangan sekaligus menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan pemanfaatan teknologi digital perlu diarahkan tidak hanya pada pemasangan perangkat, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan data yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.
“OMP menjadi salah satu upaya kami untuk membangun pengelolaan jaringan berbasis digital. Dengan data yang lebih akurat, langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga pada akhirnya mendukung efisiensi, keandalan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Eric.
Menurut Eric, keberlanjutan implementasi menjadi salah satu faktor penting agar manfaat OMP dapat terus dirasakan dalam pengelolaan jaringan. Untuk itu, PLN mendorong penguatan tim operasi dan pemeliharaan (O&M), terutama dalam memastikan kesiapan perangkat, keandalan komunikasi data, serta pelaksanaan analisis dan validasi susut secara berkelanjutan.
Penyesuaian perangkat juga diperlukan ketika terjadi perubahan pada jaringan maupun pelanggan. Langkah tersebut dilakukan agar data yang dihasilkan sistem tetap akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan operasional.
Momentum menjelang Hari Kesaktian Pancasila turut menjadi pengingat bagi PLN untuk mempertahankan semangat pengabdian dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjadi nilai yang terus kami jaga. Bagi PLN, semangat tersebut diwujudkan melalui upaya perbaikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja bersama untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin efisien dan andal bagi masyarakat,” kata Eric.
Melalui optimalisasi OMP, PLN UID Jawa Timur terus mendorong digitalisasi dalam pengelolaan jaringan distribusi. Pemanfaatan data yang lebih akurat diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sekaligus memperkuat efisiensi dan keandalan pasokan listrik bagi pelanggan di Bangkalan. (kar)






