HeadlineIndustriPerdagangan

Pasar Baja Ringan Makin Menjanjikan, Kencana Tingkatkan Kapasitas Produksi hingga 1 Juta Ton

×

Pasar Baja Ringan Makin Menjanjikan, Kencana Tingkatkan Kapasitas Produksi hingga 1 Juta Ton

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id — Kebutuhan bahan bangunan yang makin besar terutama baja ringan membuat PT Kepuh Kencana Arum terus meningkatkan kapasitas produksinya. Diharapkan, tambahan kapasitas produksi pabrik di Mojokerto ini membuat produksi Kencana mencapai 1 juta ton per tahun.

Direktur PT Kepuh Kencana Arum, Henry Alvino, mengatakan fasilitas baru tersebut diproyeksikan menambah kapasitas produksi sekitar 30–40 persen. Penambahan kapasitas dilakukan untuk menghadapi potensi peningkatan permintaan di masa mendatang.

Saat ini, kapasitas produksi Kencana berada di kisaran 600.000 hingga 700.000 ton per tahun. Dengan tambahan kapasitas tersebut, kapasitas produksi perusahaan diproyeksikan dapat mendekati 1 juta ton per tahun.

“Pabrik baru di Mojokerto ini mulai beroperasi pada bulan ini. Untuk tahap awal, tambahan kapasitas produksi itu masih untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Pasar domestic masih bagus,” ujar Henry disela HUT ke-35 PT Kepuh Kencana Arum, Sabtu (29/8).

OPTIMIS TUMBUH: Direksi PT Kepuh Kencana Arum foto bersama disela perayaan HUT ke 35 Perseroan. Tahun ini manajemn opitmis mampu meningkatkan kinerja dengan menambah kapasitas produksi. Foto Gun

Menurut Henry, pembangunan pabrik baru bukan karena utilisasi produksi saat ini telah mencapai tingkat tertentu, melainkan merupakan langkah antisipatif perusahaan. Peningkatan kapasitas tersebut untuk mempersiapkan ke depan. Supaya tidak terlambat.

Selain menambah kapasitas produksi, Kencana juga menyiapkan sejumlah produk baru dalam rangka memperkuat portofolio produk arsitektural. Produk tersebut antara lain komponen untuk para-para, ceiling, serta produk dinding dengan fitur ventilasi.

Henry mengatakan inovasi dinding berventilasi tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan konsep bangunan hijau atau green building yang semakin didorong melalui regulasi pemerintah.

Pihaknya berkomitmen mengembangkan produk yang mendukung program ramah lingkungan. Pengembangan tersebut terutama diarahkan pada produk eksterior yang digunakan dalam kebutuhan konstruksi dan bangunan.

“Go green ini juga menjadi salah satu program dari Kencana Group ke depan,” katanya.

Di sisi lain, produk dekoratif yang relatif lebih baru dalam portofolio Kencana mulai menunjukkan pertumbuhan. Henry memperkirakan produk dekoratif saat ini telah menyumbang sekitar 20–30 persen dari total volume penjualan.

Menurut dia, kontribusi produk dekoratif masih berpotensi meningkat seiring dengan semakin besarnya perhatian masyarakat terhadap aspek estetika bangunan.

Terkait pasar, Henry menilai kondisi industri baja ringan sepanjang tahun ini secara umum masih cukup stabil. Namun, segmen proyek (project) menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dia memperkirakan pertumbuhan segmen proyek mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan tersebut belum merata di seluruh wilayah karena karakteristik proyek berbeda-beda di setiap daerah.

Sementara itu, segmen ritel dinilai lebih stabil dibandingkan proyek. Proyek memiliki karakter permintaan yang lebih dinamis sehingga komposisi antara pasar proyek dan ritel tidak dapat ditentukan secara pasti berdasarkan satu angka.

“Komposisinya berapa, tidak bisa kami sebutkan. Karena market proyek itu sangat dinamis. Berbeda dengan market retail yang cendnerung stabil,” ungkap dia.

Memasuki usia ke-35 tahun, Kencana melihat konsistensi sebagai salah satu tantangan utama dalam mengembangkan industri bahan bangunan dan building component di Indonesia. Pihaknya juga menjaga kualitas produk agar pertumbuhan industri dapat berlangsung panjang.

Henry melihat kebutuhan baja ringan di Indonesia masih relatif kecil sehingga ruang pertumbuhan pasar terbuka lebar. Meski demikian, perusahaan tidak menetapkan angka pasti mengenai total kebutuhan tahunan karena permintaan bersifat fluktuatif.

Dalam memperingati 35 tahun perjalanan perusahaan dengan tema “Honoring Heritage and Future”, Henry menegaskan pentingnya kolaborasi dengan mitra dan pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan industri ke depan.

“Ke depan kita akan lebih meningkatkan kolaborasi dengan para mitra dan juga tentunya kita akan berusaha untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat,” pungkas Henry. bj3/han