Bisnisjatim.id, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menjalankan sejumlah langkah strategis guna memperkuat pertumbuhan usaha berkelanjutan. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Mercure Hotel Grand Mirama Surabaya, Selasa (9/6).
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan manajemen, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025 hingga penggunaan laba bersih dan penunjukan auditor untuk tahun buku 2026.
PT Asia Pramulia Tbk merupakan perusahaan manufaktur kemasan plastik yang telah berdiri sejak 1991 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025. Perseroan memproduksi berbagai jenis kemasan berbahan PET, PP, HDPE, dan LDPE yang digunakan oleh berbagai sektor industri, seperti makanan, minuman, cat, hingga kebutuhan kemasan lainnya.
Di tengah persaingan industri kemasan nasional, kinerja Perseroan menunjukkan tren positif. Hingga kuartal pertama 2026, ASPR membukukan pendapatan sebesar Rp78,29 miliar atau tumbuh 27,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp3,03 miliar.
Pada agenda pertama RUPST, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 yang mencakup laporan kegiatan usaha dan laporan pengawasan Dewan Komisaris. Rapat juga mengesahkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan.
Dengan pengesahan tersebut, Direksi dan Dewan Komisaris memperoleh pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku 2025.
Pada agenda kedua, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,75 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,75 miliar akan dibagikan sebagai dividen tunai final tahun buku 2025. Sebesar Rp4,06 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sementara Rp2,94 miliar dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha di masa mendatang.
RUPST juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 serta menetapkan honorarium dan tunjangan bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Selain RUPST, Perseroan turut menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) tahun 2025. Perubahan tersebut dilakukan untuk mendukung optimalisasi strategi bisnis dan pengembangan usaha Perseroan.
Dalam Public Expose yang digelar usai rapat, Direktur Utama PT Asia Pramulia Tbk, Ricky Winoto, menyampaikan bahwa prospek bisnis Perseroan tetap menjanjikan seiring meningkatnya permintaan dari sektor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan industri minyak goreng yang menjadi salah satu pasar utama kemasan plastik.
Untuk menangkap peluang tersebut, Perseroan berencana melakukan investasi penambahan mesin produksi pada tahun 2026.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pangsa pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan di industri kemasan plastik nasional.
“Kami akan terus fokus pada peningkatan kualitas produk, efisiensi operasional, dan penguatan hubungan dengan pelanggan. Dukungan dari seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Ricky Winoto.
Dengan dukungan pemegang saham terhadap berbagai agenda strategis yang diajukan, Asia Pramulia optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kemasan plastik nasional yang berorientasi pada kualitas, inovasi, dan keberlanjutan.(kar)






