Bisnisjatim.id, Gresik – PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang signifikan. Di tengah dinamika industri pertanian dan perkebunan nasional, perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung ekspansi usaha di masa mendatang.
Direktur Utama PT Nusa Palapa Gemilang Tbk, Ujang Suparman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar, memperkuat jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
“Tahun 2025 menjadi periode penting bagi Perseroan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami terus memperluas penetrasi pasar, memperkuat hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan efektivitas operasional guna mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Ujang Suparman.
Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025, NPGF mencatatkan penjualan sebesar Rp255,8 miliar, meningkat 34,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp168 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya aktivitas usaha dan semakin luasnya jangkauan pasar yang dilayani perusahaan, baik di sektor pertanian maupun perkebunan.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bruto perseroan juga meningkat 32,1 persen menjadi Rp55,08 miliar dari sebelumnya Rp41,69 miliar. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas pendapatan serta mengelola kegiatan usaha secara efektif di tengah tantangan industri.
NPGF juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4,34 miliar atau tumbuh 45,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,99 miliar. Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan penjualan menunjukkan keberhasilan strategi perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas sekaligus memperkuat fundamental keuangan.
Peningkatan laba bersih turut mendorong kenaikan Earnings Per Share (EPS) menjadi Rp1,34 per saham, naik 45,7 persen dari Rp0,92 per saham pada tahun 2024.
“Peningkatan laba bersih dan EPS menjadi indikator bahwa pertumbuhan yang dicapai Perseroan tidak hanya tercermin dari peningkatan skala usaha, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan nilai tambah yang lebih baik bagi para pemegang saham,” tambah Ujang.
Meski laba usaha tercatat sebesar Rp10,61 miliar atau sedikit menurun 4,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, perseroan tetap mampu menjaga kinerja operasional secara keseluruhan dan mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid. Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar sekaligus mempertahankan fokus pada pertumbuhan jangka panjang.
Selain membukukan kinerja keuangan yang positif, NPGF juga terus memperkuat portofolio produknya melalui pengembangan berbagai solusi nutrisi tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, perusahaan memperkenalkan sejumlah produk baru seperti Mono Potassium Phosphate (MKP) dan Potassium Nitrate (KNO₃). Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran produk Controlled Release Fertilizer (CRF) dengan merek CCF Ferticote.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk melengkapi portofolio produk sekaligus memberikan pilihan solusi nutrisi tanaman yang lebih beragam bagi sektor pertanian dan perkebunan. NPGF meyakini kebutuhan terhadap nutrisi tanaman yang semakin spesifik akan terus meningkat seiring tuntutan produktivitas dan efisiensi budidaya yang semakin tinggi.
Ke depan, perseroan memandang prospek industri pertanian dan perkebunan nasional masih sangat menjanjikan. Kebutuhan peningkatan produktivitas lahan, efisiensi pemupukan, serta penggunaan nutrisi tanaman yang lebih tepat menjadi faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan industri.
Dengan dukungan jaringan distribusi yang terus diperkuat, portofolio produk yang semakin lengkap, serta pengalaman dalam melayani sektor pertanian dan perkebunan, NPGF optimistis mampu melanjutkan pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
“Kami akan terus fokus pada penguatan bisnis inti, memperluas jangkauan pasar, serta menghadirkan produk dan layanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan langkah tersebut, kami optimistis dapat menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ujang Suparman.(kar)






