IndustriPerdagangan

Realisasi Penyaluran SPHP Jagung Baru 11 Persen

×

Realisasi Penyaluran SPHP Jagung Baru 11 Persen

Sebarkan artikel ini
DIPANASKAN: Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran SPHP Jagung oleh Bulog sekitar 11 persen dari target 213 ribu ton pada tahun 2026. (IST)

BISNISJATIM.ID – Bulog terus mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya terus berupaya memastikan CPP dapat tersalurkan secara optimal kepada masyarakat melalui berbagai program pangan strategis.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui sejumlah instrumen, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng, hingga SPHP Jagung untuk mendukung stabilisasi kebutuhan pakan ternak.

“Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

“Penyaluran beras SPHP, Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng, serta SPHP Jagung merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional,” sambungnya.

Dalam penyaluran beras SPHP, Bulog mencatat realisasi sebanyak 221 ribu ton pada Januari hingga Maret 2026 dengan menggunakan kuota periode 2025.

Sementara untuk periode 2026, penyaluran yang dimulai sejak Maret hingga saat ini telah mencapai 280 ribu ton dari target sebesar 828 ribu ton.

Selain program SPHP, Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi Bantuan Pangan telah mencapai 47 persen dari total 33,3 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Adapun bantuan yang telah disalurkan terdiri dari 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton MinyaKita.

Dirut Bulog menambahkan bahwa sisa alokasi Bantuan Pangan akan terus disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga berencana menambah dua alokasi penyaluran Bantuan Pangan pada tahun ini guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

“Cadangan Pangan Pemerintah harus memberi manfaat konkret, baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya,” tegasnya.

“Karena itu, Bulog terus memperkuat koordinasi agar penyaluran berjalan dengan semestinya,” tambah Rizal.

Tidak hanya fokus pada komoditas beras, Bulog juga menjalankan penyaluran SPHP Jagung sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pakan ternak.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran SPHP Jagung telah mencapai hampir 11 persen dari target 213 ribu ton pada tahun 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, termasuk mendukung keberlangsungan usaha para peternak mandiri.

Di sisi pengadaan, Bulog juga mencatat capaian positif dalam penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.

Dari target pengadaan sebanyak 4 juta ton setara beras pada tahun 2026, realisasinya telah mencapai 74 persen atau hampir 3 juta ton.

Capaian tersebut memperkuat posisi Cadangan Beras Pemerintah terbesar dalam sejarah dan diperkirakan mampu mendukung kebutuhan hingga tahun 2027.

Dengan stok yang kuat serta sebaran cadangan pangan di seluruh Indonesia, BULOG memastikan kesiapan perusahaan dalam menjalankan berbagai penugasan pemerintah di sektor pangan.

Kekuatan stok tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat respons penyaluran, menjaga stabilitas pasokan, serta memastikan manfaat Cadangan Pangan Pemerintah dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

Bulog menilai penguatan stok dan optimalisasi penyaluran harus berjalan secara beriringan agar pengelolaan cadangan pangan nasional tetap seimbang, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Dengan cadangan pangan yang kuat dan tersebar di seluruh Indonesia, Bulog siap menjawab tantangan penugasan pemerintah selanjutnya dalam mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah.

“Penguatan stok dan percepatan penyaluran akan terus kami jalankan untuk menjaga stabilitas pangan, mendukung petani, sekaligus melindungi masyarakat sebagai konsumen,” tegas Rizal.

Melalui optimalisasi Cadangan Pangan Pemerintah, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dengan stok yang kuat, pengadaan yang terus berjalan, serta penyaluran yang semakin dioptimalkan, Bulog memastikan kehadiran negara dalam menjaga pangan masyarakat dapat terlaksana secara nyata, merata, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (awa)