Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Pakuwon Jati (PWON) mencatat kinerja yang stabil pada kuartal pertama tahun 2026 di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, didukung oleh kekuatan berkelanjutan dari portofolio recurring income.
Minarto Basuki, Director dan Corporate Secretary PWON menjelaskan, selama kuartal I/2026, total pendapatan mencapai Rp 1,65 triliun, meningkat 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,56 triliun.
“Sedangkan laba kotor meningkat 10% menjadi Rp 941 miliar, dibandingkan Rp 857 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA tumbuh 10% dari Rp 834 miliar menjadi Rp 916 miliar,” ungkap Minarto.

Dia menjelaskan, pengembangan superblock terintegrasi milik PWON terus mencatat tingkat hunian yang stabil serta permintaan tenant yang konsisten, khususnya pada segmen ritel dan perhotelan. Hal ini membuat pendapatan recurring Perseroan pada 1Q/2026 meningkat 8% dari Rp 1,32 triliun menjadi Rp 1,43 triliun pada periode ini.
Dia merinci pendapatan recurring income dimana pendapatan retail mal berkontribusi paling besar dengan nilai Rp 1,03 triliun, naik 9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 947 miliar.
Pendapatan office leasing sebesar Rp 62 miliar turun sebesar 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 70 miliar. Sedangkan pendapatan hospitality sebesar Rp 340 miliar, naik 11% dibanding tahun lalu sebesar Rp 305 miliar.
“Berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari: retail leasing 63%, hotel dan serviced apartment 20%, office leasing 4%, condominium 8% dan landed houses sales 5%,” ungkap dia.
Terkait penjualan properti di Q1/2026, Minarto mengatakan, perusahaan mencatatkan marketing sales sebesar Rp 316 miliar turun 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 331 miliar.
Perusahaan mencatat sekitar 34% dari total marketing sales Perusahaan berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023. Komposisi penjualan periode Q1/2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 69% serta landed houses 31%.
“Selama q1/2026, perusahaan juga telah mengeluarkan belanja modal sebesar Rp 164 miliar, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5. Hingga saat ini Pembangunan masih on schedule,” pungkas dia. bj1







