HeadlineTeknologiTeknologi Informasi

Menkomdigi Dorong Lulusan Kampus Jadi Garda Depan Literasi Digital

×

Menkomdigi Dorong Lulusan Kampus Jadi Garda Depan Literasi Digital

Sebarkan artikel ini

Bandung, BisnisJatim.Id – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas ruang digital nasional di tengah maraknya misinformasi.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pidato inspiratif dalam wisuda di Telkom University, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4). Ia menekankan bahwa tantangan utama di era digital saat ini bukan lagi keterbatasan akses informasi, melainkan kemampuan memilah informasi yang benar dan berkualitas.

“Di era post-truth, kualitas informasi menjadi tantangan utama. Lulusan perguruan tinggi harus hadir sebagai agen perubahan sekaligus penjaga literasi digital di masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Menurutnya, tingginya penetrasi internet di Indonesia membawa konsekuensi meningkatnya risiko paparan konten negatif, termasuk misinformasi. Kondisi ini, lanjutnya, sejalan dengan temuan global yang menempatkan misinformasi sebagai salah satu ancaman utama di era digital.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan, salah satunya melalui regulasi adaptif seperti PP TUNAS yang mengatur pembatasan akses platform digital bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini ditujukan untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk teknologi, termasuk kecanduan digital dan paparan konten berbahaya.

Meutya juga mendorong para lulusan untuk berperan sebagai “duta TUNAS” yang dapat membantu memperkuat literasi digital di lingkungan masing-masing. Menurutnya, upaya menjaga ruang digital tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya etika dalam pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Pemanfaatan teknologi, kata dia, harus selalu mengedepankan prinsip tanggung jawab, keamanan, transparansi, dan orientasi pada kepentingan manusia.

“Regulasi diperlukan untuk memastikan teknologi berkembang secara sehat tanpa menghambat inovasi,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan, yakni berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berdaya saing.

“Peran kalian baru dimulai setelah lulus, yaitu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi,” pungkas Meutya. bj5