HeadlineKeuanganPasar Modal

BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Emiten Skala Besar

×

BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Didominasi Emiten Skala Besar

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 15 perusahaan yang tengah berada dalam antrean untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah perusahaan dalam pipeline IPO tidak lepas dari berbagai langkah reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal sejak awal tahun 2026.

“Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat.

Dari total tersebut, mayoritas merupakan perusahaan dengan skala aset besar. Sebanyak 11 perusahaan tercatat memiliki aset di atas Rp250 miliar, sementara empat lainnya merupakan perusahaan dengan aset menengah di kisaran Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Klasifikasi ini merujuk pada regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Dilihat dari sektor usahanya, antrean IPO tersebut didominasi oleh perusahaan sektor kesehatan sebanyak empat entitas. Selain itu, terdapat tiga perusahaan dari sektor barang konsumen primer, serta masing-masing dua perusahaan dari sektor barang konsumen non-primer, infrastruktur, dan teknologi. Sementara itu, sektor energi dan keuangan masing-masing diwakili oleh satu perusahaan.

Hingga 10 April 2026, BEI mencatat baru satu perusahaan yang berhasil melaksanakan IPO dengan nilai dana yang dihimpun mencapai Rp302,4 miliar. Dengan tambahan tersebut, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia kini mencapai 957 emiten. BEI sendiri menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melantai di bursa sepanjang tahun ini.

Tidak hanya IPO, aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga menunjukkan tren positif. Per 10 April 2026, tercatat 50 emisi dari 33 penerbit dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp55,20 triliun.

Selain itu, terdapat 40 emisi dari 28 penerbit yang saat ini masih berada dalam antrean penerbitan EBUS.

Di sisi lain, aksi korporasi berupa rights issue juga mulai bergerak. Hingga periode yang sama, tiga perusahaan telah melaksanakan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun. Saat ini, terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang tengah bersiap untuk melakukan aksi serupa. BJ1