HeadlineIndustriPerdagangan

Pro Pengusaha dan Angkat Brand Lokal, ASPIN Larang PMA Jadi Member

×

Pro Pengusaha dan Angkat Brand Lokal, ASPIN Larang PMA Jadi Member

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Keseriusan pengusaha sukses asal Surabaya, Hermanto Tanoko dalam membantu menggerakan pengusaha lokal atau UMKM agar naik kelas tidak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari ketegasanya dalam membatasi PMA (Perusahaan Modal Asing) tidak boleh masuk menjadi member ASPIN (Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia).

Hermanto Tanoko, Ketua Umum ASPIN, menegaskan, ASPIN dibentuk untuk memberdayakan pengusaha Indonesia agar naik level lebih baik. Karena itu, ASPIN hanya bisa diikuti oleh pengusaha Indonesia. Sementara Perusahaan Modal Asing (PMA) tidak bisa gabung.

“Mungkin ini satu-satunya asosiasi yang tidak menerima PMA sebagai member. Namun untuk Perusahaan asing yang sahamnya 50 persen lebih dimiliki WNI, bisa masuk ASPIN. Karena pengendalianya tetap dari orang Indonesia,” kata Hermanto usai deklarasi ASPIN di Vasa Hotel Surabaya, Sabtu (31/1).

LARANG PMA : Ketua Umum ASPIN, Hermanto Tanoko (tengah) menjelaskan, ASPIN dibenetuk untuk mendorong UMKM agar naik kelas. Karena itu, ASPIN melarang PMA menjadi member. Foto RIS

Kebijakan itu dilakukan karena ASPIN ingin mengangkat pengusaha lokal dengan segala macam bradnya. Sebab, saat ini hampir semua sektor bisnis di Indonesia mayoritas dikuasai brand asing. Dia memberi contoh produk kecantikan hampir 80 persen brand asing. Sementara 20 persen diperebutkan banyak Perusahaan lokal.

“ASPIN terbuka untuk lintas sektor. Kalau kita cuma dijadikan pasar oleh mereka (brand asing) untuk semua sektor, itu sangat disayangkan. Jadi bagaimana yang 20 persen ini bisa tumbuh. Disektor yang lain juga sama. Jadi APSIN ini pro pengusaha lokal,” katanya.

Aspin juga ingin mengangkat brand Indonesia ke level Internasional. Banyak produk dunia yang di produksi di Indonesia (makloon). Semua pekerjanya Indonesia. Tapi merknya internasional. Dan yang menikmati nilai tambahnya yang punya merk.

Dia mengakui, memang ada beberapa produk Indonesia yang sukses di pasar internasional. Namun bos Tancorp Group ini ingin agar semakin banyak lagi brand Indonesia yang bisa bermain di kanca pasar dunia.

Dia tidak ingin Indonesia hanya jadi tukang jahit saja bagi brand-brand asing. Sebab, kalau ongkos  di negara lain lebih murah, maka mereka (PMA) akan pindah ke negara tersebut.

“Lantas bagaimana nasib tenaga kerjanya, nasib pabriknya. Semua akan jadi beban. Akan ada PHK dimana-mana. Kalau asing cuma menjadikan kita sebagai market dan tukang jahit saja, buat apa. Disini kita akan bisa sharing dan berkolaborasi. Kalau ada kerjasama asing ya buatlah brand lokal. Sehingga Indonesia akan lebih dikenal dikanca Intenasional,” pungkasnya.

Merry Riana, Pengusaha dan pengurus ASPIN menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Hermanto Tanoko melalui ASPIN. Baginya, ekonomi itu akan bergerak kalau ada partisipasi positif dari swasta. Dan ASPIN adalah wadah  yang santat baik karena non Politik dan lintas sektor dan lintas generasi.

Program-program yang dilakukan juga benar-benar praktikal. ASPIN tidak hanya tempat berdiskusi tapi bagaimana knowledge itu bisa langsung tertransfer ke kalangan pengusaha terutama UMKM.

“Dan mereka juga bisa melihat bagaimana best practice dari pengusaha. Mereka bisa berkunjung langsung ke pabrik-pabrik sehingga mereka tahu bagaimana membangun usaha yang baik dan bisa berkembang. Disini tidak hanya kumpul-kumpul berdiskusi tapi juga langsung turun ke lapangan,” ujar Merry Riana. BJ3