BISNISJATIM.ID – Antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali mulai berangsur landai pada hari pertama penerapan sistem ganjil-genap. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Pemerintah Provinsi Bali dan aparat penegak hukum terus berkolaborasi untuk mengurai antrean sekaligus memastikan ketersediaan stok BBM bagi masyarakat.
Pertamina memastikan pasokan BBM di SPBU tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat Bali. Berbagai langkah optimalisasi distribusi juga dilakukan agar pelayanan pengisian BBM kembali berjalan lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penerapan pengaturan ganjil-genap tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk mengendalikan antrean di SPBU.
Menurut Ahad, langkah tersebut menyusul diterbitkannya Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM. Selain berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pertamina meningkatkan kapasitas layanan Pertamina Delivery Service (PDS), yakni layanan penjualan Pertalite secara literan di sejumlah SPBU yang telah dilakukan sejak 15 Oktober 2026.
“Kami melihat perkembangan positif di hari pertama penerapan ganjil-genap pengisian BBM ini. Antrean di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan secara bertahap. Dengan terurainya antrean di SPBU, lalu lintas di jalan akan semakin lancar sehingga waktu tempuh mobil tangki dari terminal semakin singkat,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, kelancaran arus lalu lintas menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat distribusi BBM dari terminal menuju SPBU. Dengan berkurangnya kepadatan kendaraan di sekitar SPBU, armada mobil tangki diharapkan dapat menjalankan proses pengiriman BBM secara lebih efektif.
Pertamina Patra Niaga juga mengapresiasi dukungan aparat penegak hukum, khususnya TNI Kodam IX/Udayana dan Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengawalan armada mobil tangki BBM menuju SPBU serta bantuan personel dalam pendistribusian BBM melalui layanan PDS.
Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan distribusi energi di Bali, sekaligus menjaga ketersediaan Pertalite agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar dengan lebih mudah.
Ahad menambahkan, Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Bali terus memantau kondisi antrean dan melakukan evaluasi setiap hari untuk mengukur efektivitas penerapan pengaturan ganjil-genap.
Evaluasi tersebut mencakup panjang antrean, waktu tunggu kendaraan, serta kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU. Hasil pemantauan menjadi dasar untuk mengoptimalkan langkah penanganan agar distribusi BBM dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif.
“Pertamina bersama Pemprov Bali terus melakukan pemantauan antrean dan evaluasi setiap harinya untuk melihat efektivitas pengaturan terhadap panjang antrean, waktu tunggu kendaraan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU. Harapannya, upaya optimalisasi ini berjalan lancar agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar,” tutup Ahad.
Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mengikuti informasi terbaru mengenai layanan SPBU di Bali melalui akun Instagram resmi @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali.
Masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan energi Pertamina juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (SMO)






