BISNISJATIM.ID – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Kementerian UMKM menyelenggarakan Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat daya saing, inovasi, serta kapasitas teknologi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur agar dapat menopang perekonomian nasional.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengungkapkan bahwa Jawa Timur memegang peran kunci sebagai gerbang baru perekonomian Nusantara berkat dukungan jutaan unit usaha dan koperasi.
“Dukungan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diharapkan terus bersinergi menyediakan ‘kolam’ pasar luas bagi wirausahawan baru,” ujar Bambang.
Sinergi Strategis: Dari OPOP hingga Desain Kemasan Gratis
ITS melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) secara konsisten membina puluhan startup setiap tahunnya. Beberapa program kolaboratif unggulan yang dijalankan bersama pemerintah antara lain:
1. One Pesantren One Product (OPOP): Pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
2. Layanan Desain Kemasan Gratis: Membantu branding dan kemasan produk UMKM lokal.
3. Pembekalan Pelajar: Pelatihan wirausaha bagi ribuan pelajar untuk mencetak pengusaha muda.
Inovasi Startup Mahasiswa ITS: Dari Herbal Anti-Gula hingga AI Industri
Rangkaian acara Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026 ini dilengkapi dengan lokakarya, pameran produk inovasi, serta sesi pitching bisnis. Dua startup mahasiswa binaan Inkubator Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS turut mencuri perhatian:
1. Vityuu – Solusi Spray Herbal Anti-Kecanduan Gula
Dikembangkan oleh tim mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS (Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum), Vityuu menghadirkan inovasi sweet block spray berbasis tanaman Gymnema Sylvestre. Produk praktis ini membantu mengontrol kadar gula darah sekaligus menghentikan keinginan mengonsumsi gula berlebih.
2. IncludeVision – Optimasi CCTV Berbasis Artificial Intelligence (AI)
Inovasi dari mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS (Singgih Ardiansyah dan Raul Ilma Rajasa), IncludeVision memanfaatan teknologi AI untuk mengonversi rekaman CCTV menjadi data analitik pengelolaan fasilitas. Platform ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional industri hingga 60 persen.
4 Kluster Layanan Utama & Dukungan Capaian SDGs
Guna mengakselerasi transformasi para pelaku usaha menjadi wirausaha mandiri, kegiatan ini menyediakan empat layanan utama:
1. Pembiayaan Usaha
2. Perizinan Usaha
3. Akses Pasar Digital
4. Inkubator Bisnis
Sinergi antara ITS dan Kementerian UMKM ini juga mendukung langsung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
– SDGs Poin 1: Menghapus kemiskinan (No Poverty).
– SDGs Poin 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
– SDGs Poin 9: Industri, inovasi, dan infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure). (DXR)






