BISNISJATIM.ID – Pasar mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Hingga delapan bulan pertama 2026, penjualan mobil listrik nasional telah mencapai 101.171 unit, atau hampir menyamai total penjualan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 103.931 unit.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan BEV sepanjang Januari-Agustus 2026 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Januari-Agustus 2025, penjualan mobil listrik berbasis baterai tercatat sebanyak 50.749 unit. Artinya, penjualan BEV hingga Agustus 2026 telah tumbuh sekitar 99,4 persen secara tahunan.
Dengan capaian 101.171 unit tersebut, pasar mobil listrik Indonesia hanya membutuhkan tambahan 2.761 unit untuk menyamai rekor penjualan BEV sepanjang 2025.
Jika tren penjualan terus bertahan hingga akhir tahun, 2026 berpeluang menjadi tahun dengan penjualan mobil listrik tertinggi sepanjang sejarah pasar kendaraan listrik Indonesia.
Penjualan BEV Agustus 2026 Tertinggi
Akselerasi pasar mobil listrik semakin terlihat pada paruh kedua 2026. Meskipun penjualan bulanan masih mengalami fluktuasi, tren secara keseluruhan menunjukkan penguatan.
Pada Januari 2026, penjualan BEV tercatat 10.261 unit. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 12.313 unit pada Februari sebelum terkoreksi menjadi 10.397 unit pada Maret.
Pasar kembali menguat pada April dengan penjualan mencapai 14.824 unit. Namun, penjualan kembali turun pada Mei menjadi 9.290 unit.
Momentum pertumbuhan kemudian kembali terlihat pada Juni dengan penjualan 12.701 unit. Tren positif berlanjut pada Juli yang mencatat 13.972 unit.
Kinerja penjualan semakin kuat pada Agustus 2026. Sebanyak 17.413 unit mobil listrik BEV terjual pada bulan tersebut.
Angka itu menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang 2026 dan meningkat sekitar 24,6 persen dibandingkan Juli.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat indikasi bahwa permintaan terhadap mobil listrik di Indonesia semakin berkembang dan mulai memiliki basis pasar yang lebih besar.
Pasar Mobil Listrik Tumbuh Ratusan Kali Lipat
Pertumbuhan pasar BEV Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan skala yang sangat signifikan.
Pada 2020, ketika kendaraan listrik mulai tercatat dalam penjualan nasional, volume BEV baru mencapai 125 unit. Setahun kemudian, penjualan meningkat menjadi 687 unit.
Pertumbuhan kemudian memasuki fase yang lebih agresif. Pada 2022, penjualan BEV mencapai 10.327 unit, kemudian meningkat menjadi 17.051 unit pada 2023.
Pasar mobil listrik kembali tumbuh signifikan pada 2024 dengan penjualan mencapai 43.188 unit. Setahun kemudian, penjualan BEV melonjak menjadi 103.931 unit sepanjang 2025.
Kini, hanya dalam delapan bulan pertama 2026, penjualan sudah mencapai 101.171 unit.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada 2020, volume penjualan BEV pada 2026 telah berkembang ratusan kali lipat. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai bergeser dari pasar ceruk menjadi salah satu segmen penting dalam industri otomotif nasional.
Rekor Penjualan BEV 2025 Berpotensi Terlampaui
Dengan masih tersisa empat bulan penjualan, industri otomotif nasional memiliki peluang besar untuk mencatat rekor baru penjualan mobil listrik pada 2026.
Pasar BEV hanya membutuhkan tambahan 2.761 unit untuk menyamai capaian sepanjang 2025. Jika penjualan tetap berada pada level yang kuat seperti Agustus, angka tersebut berpotensi terlampaui dalam waktu relatif singkat.
Tantangan berikutnya adalah mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Jika tren penjualan mobil listrik terus meningkat, rekor BEV 2025 bukan hanya berpeluang terlampaui, tetapi juga dapat dilewati dengan selisih yang cukup besar.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menjadi sinyal semakin kuatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia dan meningkatnya peran mobil listrik dalam perkembangan pasar otomotif nasional. (LXH)






