HeadlinePropertiResidensial

Gelar BCA Expo 2026 di Ciputra World Surabaya, BCA Optimis Capai Transaksi Rp 1,5 Triliun

×

Gelar BCA Expo 2026 di Ciputra World Surabaya, BCA Optimis Capai Transaksi Rp 1,5 Triliun

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id  – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membidik transaksi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar Rp1,5 triliun melalui penyelenggaraan BCA Expo semester II-2026 di Ciputra World Mall Surabaya pada 21-23 Agustus 2026.

Vice President Consumer Credit Division BCA Surabaya Meliani Tjondro mengatakan BCA membawa sejumlah strategi untuk menarik minat masyarakat, khususnya di tengah kondisi pasar properti yang belum sepenuhnya pulih.

Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang menjadi fokus BCA dalam pameran tersebut, yakni penawaran suku bunga spesial, program pembiayaan baru, serta penguatan informasi mengenai skema suku bunga floating KPR BCA.

“Untuk suku bunganya belum bisa di-announce karena besok akan diumumkan langsung  direksi. Tetapi ada tiga highlight, pertama pasti suku bunga spesial, kedua ada program baru yang spesial dan belum pernah ada sebelumnya, dan ketiga kami akan lebih menggaungkan suku bunga floating,” kata Meliani di Surabaya, Kamis (20/8/2026).

Bunga Special: Meliani Tjondro : Vice President Consumer Credit Division (tengah) bersama Yossie Septiani : Officer Consumer Credit Division (kanan) dan Zevina Lie Mahassana : Officer Consumer Credit Division menjelaskan, selama BCA Expo di Ciputra World Mall tanggal 21-23 Agustus 2026, BCA akan memberikan sejumlah promo menarik termasuk bunga special. Foto RIS

BCA juga menonjolkan skema suku bunga floating KPR yang saat ini berada di kisaran 11 persen. Meliani menyebut bunga tersebut ditinjau setiap enam bulan sehingga nasabah memiliki gambaran mengenai perubahan tingkat bunga dan cicilan.

“Nasabah cukup nyaman dan aman dengan kondisi ketidakpastian seperti ini. Mereka mendapatkan kestabilan dan kepastian, karena bunga ditinjau enam bulan sekali,” ujarnya.

Selain KPR, BCA Expo Surabaya menawarkan konsep one stop financial solution dengan menghadirkan pembiayaan kendaraan, kredit tanpa agunan, serta berbagai promo dari mitra BCA untuk kebutuhan perjalanan, elektronik, perlengkapan rumah, dan gaya hidup.

Dalam pameran ini, BCA menggandeng 42 developer yang tergabung dalam 21 grup dengan total 63 proyek. Proyek properti yang ditawarkan tersebar di Surabaya, Malang, dan Bali.

Pameran juga digelar secara digital melalui BCA Expo online mulai 21 Agustus hingga 31 Oktober 2026. Kanal tersebut menghadirkan sekitar 149 developer dengan 391 proyek yang dapat diakses masyarakat secara nasional, termasuk proyek yang dipasarkan melalui agen properti.

“Setelah dari Surabaya, pameran offline di semester II/2026 akan digelar di Malang pada 22-23 Agustus, Semarang pada 8-13 September, Jabodetabek dan Medan pada 11-13 September, serta Bandung dan Denpasar pada 12-13 September 2026,” katanya.

Secondary Market Topang KPR

Meliani mengatakan bisnis KPR BCA masih menunjukkan pertumbuhan meskipun kondisi pasar properti belum sepenuhnya pulih. Hingga Agustus 2026, new booking KPR tercatat tumbuh sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut, ditopang oleh segmen tertentu, terutama transaksi rumah sekunder dan refinancing. Sementara itu, pasar rumah primer masih menghadapi tantangan karena pengembang belum banyak melakukan peluncuran proyek baru secara besar-besaran.

“Pembelian di primary terasa karena developer belum melakukan launching secara besar-besaran. Otomatis kami juga terdampak akibat perlambatan dari developer tersebut. Tetapi dari sisi secondary kebutuhan masyarakat masih ada. Refinancing pun masih ada,” ujarnya.

BCA membagi bisnis KPR menjadi tiga kategori, yakni pembelian rumah primer, rumah sekunder, dan refinancing. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan KPR belum dapat sepenuhnya menjadi indikator pemulihan pasar properti secara keseluruhan.

Dari sisi nilai pembiayaan, BCA juga melihat adanya pergeseran pengajuan KPR. Jika sebelumnya banyak berada pada kisaran Rp800 juta hingga Rp1,5 miliar, kini pengajuan lebih banyak berada pada rentang Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar, bahkan mencapai Rp3 miliar.

BCA menilai kenaikan nilai pembiayaan tersebut belum dapat langsung diartikan sebagai peningkatan daya beli masyarakat secara luas. Pertumbuhan tersebut lebih banyak dipengaruhi kontribusi segmen menengah atas yang menopang kinerja KPR pada semester I-2026.

Dukung Program Pemerintah

Selain menyasar segmen menengah atas, BCA turut memperkuat pembiayaan hunian terjangkau melalui KPR Sejahtera sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah membangun 3 juta rumah.

Produk tersebut memiliki batas pembiayaan maksimal Rp350 juta dengan mekanisme yang mengikuti konsep KPR Sejahtera pemerintah, sedangkan pendanaannya berasal dari BCA.

Saat ini, BCA telah menggandeng tujuh pengembang dalam program tersebut. Sejumlah proyek di antaranya telah berjalan di Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan.

“Aspek legalitas menjadi perhatian penting dalam penyaluran pembiayaan rumah terjangkau. Kepastian legalitas proyek diperlukan untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat yang menjadi calon pembeli,” pungkas Meliani. bj3/lip