HeadlineIndustriPerdagangan

BI Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Ekosistem untuk Perkuat Rantai Pasok Industri

×

BI Dorong Pengembangan UMKM Berbasis Ekosistem untuk Perkuat Rantai Pasok Industri

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Bank Indonesia (BI) menilai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu dilakukan melalui pendekatan berbasis ekosistem agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat keterkaitan dengan sektor industri besar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan pendekatan tersebut memungkinkan UMKM tidak lagi dipandang sebagai unit usaha yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari jaringan usaha yang saling terhubung dalam rantai pasok.

“Jangan hanya melihat satu unit usaha, tetapi bagaimana membangun ekosistem UMKM secara menyeluruh,” ujar Destry, Jumat (24/7).

PERKUAT EKOSISTEM: Salah satu pameran UMKM di Surabaya yang selalu ramai di serbu pengunjung. UMKM akan diperkuat ekosistemnya agar lebih mudah dalam mendukung rantai pasok industri. Foto RIS

Menurutnya, model pengembangan tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi korporasi untuk melibatkan UMKM sebagai pemasok maupun mitra bisnis, sehingga pembiayaan dan pengembangan usaha menjadi lebih efektif.

Destry menambahkan, kelompok perempuan memiliki peran strategis dalam ekosistem UMKM nasional. Saat ini sekitar 64 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan yang tersebar di berbagai daerah dengan beragam sektor usaha.

Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pendekatan ekosistem dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas, sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro mengatakan pengalaman sejumlah negara menunjukkan keberhasilan industri besar tidak terlepas dari kuatnya jaringan UMKM dan industri menengah yang menjadi bagian dari rantai pasok.

Ia menyebut negara seperti Jepang, Jerman, dan Tiongkok berhasil membangun daya saing industrinya dengan memperkuat ekosistem UMKM sehingga mampu menopang pertumbuhan sektor manufaktur secara berkelanjutan.

“Pola tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam memperkuat struktur industri nasional melalui sinergi antara perusahaan besar dan UMKM sebagai mitra dalam rantai nilai,” katanya. bj1/iqp/tar