Jakarta, BisnisJatim.Id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan perdagangan halal global melalui penyediaan solusi keuangan digital terintegrasi bagi pelaku usaha. Komitmen tersebut ditegaskan dalam partisipasi perseroan pada D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang digelar di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta.
Dalam forum HEI Talk bertema Breaking Borders: Accelerating Global Halal Trade through Seamless Financial Solutions, BSI memperkenalkan platform digital BEWIZE yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi bisnis, pengelolaan kas, hingga rantai pasok dalam satu ekosistem.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan transformasi digital menjadi salah satu strategi utama perseroan untuk memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha Indonesia di pasar internasional.
“Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh,” ujar Anton.

Melalui BEWIZE, pelaku usaha mulai dari UMKM hingga korporasi dapat mengelola pembiayaan perdagangan, transaksi pembayaran, manajemen likuiditas, hingga optimalisasi rantai pasok secara lebih efisien.
Platform tersebut didukung jaringan internasional BSI yang meliputi 180 Relationship Management Application (RMA), 29 rekening Nostro valuta asing, serta delapan Trade Service Center di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mempermudah transaksi ekspor-impor dan pembayaran lintas negara.
Selain mendukung aktivitas bisnis, BEWIZE juga menyediakan fitur pencatatan Nomor Pokok Zakat (NPZ) yang memungkinkan perusahaan menyalurkan zakat, infak, dan wakaf secara lebih mudah sebagai bagian dari implementasi prinsip syariah.
Di sisi ritel, BSI terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi BYOND by BSI. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna aktif aplikasi tersebut telah mencapai 6,95 juta pengguna. Sementara itu, ekosistem pembayaran digital BSI telah didukung lebih dari 581 ribu merchant QRIS dan sekitar 19 ribu merchant EDC.
Secara kinerja, BSI mencatat pertumbuhan yang tetap solid. Per Mei 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan total aset mencapai Rp460 triliun dan jumlah nasabah sekitar 23,7 juta.
Anton menambahkan, perseroan akan terus memperkuat sinergi antara layanan digital, jaringan kantor cabang, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan. Menurutnya, penguatan dana murah, akselerasi transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi motor pertumbuhan BSI ke depan.
Selama penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 pada 8–12 Juli, BSI juga menghadirkan berbagai program promosi bagi nasabah. Di antaranya pembebasan biaya administrasi bulanan untuk pengguna BEWIZE, cashback transaksi BI-Fast, cashback bagi pengguna baru BYOND by BSI, serta kesempatan memperoleh hadiah Tabungan Emas bagi nasabah yang membuka Tabungan Bisnis maupun Tabungan Valas. bj1/iqp






