BISNISJATIM.ID, Banyuwangi – Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, saat ini berada di bawah kepemimpinan Ir. Yulia Herlina atau yang akrab disapa Ibu Yuli. Perempuan yang dikenal cerdas, ramah, murah senyum, dan tangguh tersebut resmi menjabat sebagai Kepala Desa Bayu periode 2023–2031 setelah terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Banyuwangi pada Oktober 2023 dan dilantik pada Desember tahun yang sama.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Yulia Herlina berkantor di Balai Desa Bayu yang berlokasi di Jalan Bumi Sari Nomor 11, Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Sejak memimpin desa yang berada di lereng Gunung Raung itu, ia fokus mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu prioritas utama yang dijalankan adalah pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan. Mengingat sebagian wilayah Desa Bayu berbatasan langsung dengan kawasan hutan negara, Pemerintah Desa Bayu aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan keamanan kawasan hutan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan secara legal yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek konservasi.
Selain sektor kehutanan, Yulia Herlina juga menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu komoditas unggulan yang terus mendapat dukungan adalah kopi rakyat yang dibudidayakan para petani setempat.
Kopi robusta khas Songgon menjadi produk unggulan yang dipromosikan secara berkelanjutan guna memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah bagi petani. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi kreatif masyarakat desa.
Di bidang pendidikan, Yulia Herlina menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia secara rutin melakukan kunjungan ke berbagai lembaga pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah dasar yang ada di Desa Bayu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau proses belajar mengajar, kondisi sarana dan prasarana pendidikan, serta memastikan seluruh anak di Desa Bayu memperoleh layanan pendidikan yang memadai.
Menurut Yulia Herlina, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan masyarakat desa. Karena itu, ia berharap seluruh warga Desa Bayu minimal dapat menempuh pendidikan hingga jenjang SMA dan memiliki kompetensi yang lebih unggul dibanding lulusan SMA pada umumnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan dan ekonomi, pemerintah desa di bawah kepemimpinannya juga terus mengembangkan sektor pariwisata. Desa Bayu memiliki sejumlah potensi wisata alam dan sejarah yang menjanjikan, salah satunya kawasan Rowo Bayu yang dikenal sebagai situs bersejarah terkait Perang Puputan Bayu.
Pemerintah Desa Bayu bersama berbagai pemangku kepentingan terus berupaya mengembangkan kawasan wisata tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan serta menjaga keberadaan hutan lindung yang mengelilinginya.
Melalui berbagai program pembangunan yang dijalankan, Yulia Herlina berharap Desa Bayu dapat tumbuh menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan wisata berbasis sejarah dan lingkungan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (erw)






