IndustriPerdagangan

Garam Impor hampir 15 Ribu Ton dari Australia Dibongkar di Cirebon

×

Garam Impor hampir 15 Ribu Ton dari Australia Dibongkar di Cirebon

Sebarkan artikel ini
TIBA: PTP Nonpetikemas Cirebon bongkar 14.983 ton garam impor asal Australia, perkuat logistik nasional sekaligus pengendalian lingkungan. (IST)

BISNISJATIM.ID – Sebanyak 14.983 ton garam impor curah dari Australia dibongkar di PTP Nonpetikemas cabang Cirebon pada 21 Mei 2026.

Aktivitas ini dilakukan menggunakan metode ship to ship (STS) sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan distribusi logistik berlangsung secara efisien, andal, dan berkelanjutan.

Kegiatan bongkar muat tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan ketersediaan garam nasional.

Pasokan ini dinilai penting, terutama untuk memenuhi kebutuhan sektor industri sekaligus konsumsi masyarakat yang terus meningkat.

Dalam prosesnya, muatan garam dipindahkan dari kapal MV IPSWICH BAY menuju BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002 yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 7.500 ton.

Selanjutnya, komoditas tersebut dibawa menuju dermaga Pelabuhan Cirebon sebelum dikirim ke area stockpile milik PT Niaga Garam Cemerlang.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon, Hari Priyatna menjelaskan, penerapan metode STS menjadi langkah strategis untuk memastikan proses distribusi komoditas curah dapat berjalan secara lancar dan efisien dalam mendukung kebutuhan logistik nasional.

“Pelaksanaan bongkar muat dengan metode ship to ship ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan operasional yang efektif, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di kawasan Pantura Jawa Barat, Pelabuhan Cirebon memiliki fungsi strategis dalam menopang distribusi berbagai komoditas nasional.

Hari mengungkapkan, selain garam, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga melayani komoditas curah kering seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, bungkil, hingga komoditas curah cair seperti aspal, RBD oiled, CPO, bio solar, serta layanan general cargo meliputi project cargo dan offshore/rig.

“Dari sisi performa operasional, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon mencatat tren pertumbuhan positif,” ujarnya.

Sampai April 2026, trafik operasional mencapai 1.359.261 ton/m3 atau meningkat 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 1.062.634 ton/m3.

“Realisasi tersebut juga berhasil melampaui RKAP hingga April 2026 dengan capaian sebesar 104,27 persen, sementara realisasi pada April 2026 tercatat mencapai 433.747 ton/m3,” ungkapnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu simpul logistik penting yang mendukung kelancaran aktivitas industri dan distribusi barang di tingkat nasional.

Di sisi lain, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga terus memperkuat komitmennya terhadap penerapan HSSE, terutama pada aspek lingkungan.

“Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus menciptakan aktivitas pelabuhan yang aman, tertib, dan ramah lingkungan,” jelasnya. (fia)