HeadlineIndustriPerdagangan

Kadin Proyeksikan Pertumbuhan PDRB Jatim Tahun 2026 Sebesar 5,3 Persen

×

Kadin Proyeksikan Pertumbuhan PDRB Jatim Tahun 2026 Sebesar 5,3 Persen

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim pada 2026 akan tetap solid di kisaran 5,3 persen.

Ia menjelaskan bahwa optimisme tersebut didorong oleh konsumsi masyarakat yang kuat, peningkatan realisasi investasi, serta membaiknya kinerja ekspor daerah.

“Fundamental ekonomi tahun depan diperkirakan cukup kokoh. Konsumsi domestik masih menjadi motor utama, sementara investasi dan ekspor menunjukkan tren perbaikan,” ujar Adik, Kamis (27/11).

Untuk inflasi di Jatim diproyeksikan terjaga pada level 2 hingga 3 persen, seiring upaya mempertahankan daya beli masyarakat. Namun demikian, Adik tetap mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya, seperti telur, minyak goreng, dan tarif angkutan yang biasanya melonjak saat Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, Adik menilai realisasi investasi tahun depan berpeluang melampaui capaian 2025, terutama karena kelanjutan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta perbaikan proses perizinan. Infrastruktur seperti jalan tol, pengembangan kawasan industri, dan proyek hilirisasi smelter disebut sebagai faktor pendorong utama masuknya modal baru pada 2026.

“Dengan kemudahan perizinan dan insentif yang tersedia, tren investasi diperkirakan tumbuh moderat namun positif, membantu perluasan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Pada sektor perdagangan luar negeri, ekspor Jatim diprediksi tumbuh positif di tengah mulai pulihnya negara-negara mitra dagang utama. Ragam komoditas unggulan meliputi produk manufaktur—mulai dari makanan olahan, bahan kimia, tekstil hingga produk logam—serta komoditas pertanian dan perikanan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Adik memperkirakan tingkat pengangguran terbuka dapat terjaga di kisaran 3,4–4 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan berada di atas 5 persen.

Meski demikian, ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan, mengingat angka pengangguran masih didominasi lulusan SMK dan perguruan tinggi.

Karena itu, penguatan hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi pada 2026 benar-benar inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal. BJ5