Bisnisjatim.id, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi secara resmi memperkenalkan aplikasi Si-Boyo, sebuah platform marketplace dan layanan digital yang dirancang untuk mendukung bisnis Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya.
Peluncuran aplikasi ini dilakukan pada Minggu (21/12) di kawasan Car Free Day (CFD) Tunjungan dan menjadi langkah strategis koperasi kelurahan dalam memasuki era ekonomi digital.
Aplikasi Si-Boyo hadir sebagai solusi bagi sekitar 256.680 pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Surabaya yang hingga kini belum terakomodasi dalam platform penjualan daring yang sudah ada. Melalui aplikasi ini, koperasi berupaya membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong digitalisasi ekonomi hingga tingkat kelurahan.
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi mengapresiasi inisiatif Koperasi Kelurahan Merah Putih yang dinilai mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi tanpa meninggalkan nilai gotong royong. Ia menegaskan bahwa koperasi kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam memastikan manfaat digitalisasi ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pedagang mikro dan kecil.
“Si-Boyo bukan sekadar aplikasi, melainkan alat pemerataan ekonomi yang mampu menggerakkan potensi ekonomi warga dari tingkat paling bawah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya, Nur Wahyudi menjelaskan bahwa Si-Boyo dikembangkan untuk memperkuat peran koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi warga. Selain memfasilitasi transaksi antara pedagang dan konsumen, aplikasi ini juga membuka peluang usaha baru serta menciptakan lapangan kerja, terutama bagi mitra admin koperasi kelurahan dan kurir lokal.
“Kehadiran Si-Boyo diharapkan mampu mendekatkan koperasi dengan masyarakat, membantu pedagang lokal naik kelas, serta menciptakan perputaran ekonomi kelurahan yang lebih sehat dan berkeadilan,” ungkapnya.
Rudy Hartanto, selaku Partner Investor Si-Boyo, menambahkan bahwa ekosistem aplikasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan, mulai dari makanan dengan harga terjangkau, layanan ojek daring murah, hingga berbagai kebutuhan harian dan jasa pesan antar.
“Seluruh ekosistem tersebut menghubungkan pedagang, UMKM, kurir lokal, dan konsumen dalam satu sistem digital yang dikelola secara adil dan transparan oleh admin masing-masing koperasi kelurahan,” ujar Rudi menambahkan.
Sementara itu, Ramzy Hafizh selaku CEO GIFTLine, perusahaan pengembang aplikasi Si-Boyo, menjelaskan bahwa melalui satu aplikasi masyarakat dapat mengakses beragam layanan, seperti kuliner, fesyen, farmasi, grosir, toko kelontong, pasar segar, hingga layanan transportasi dan ride hailing.
“Dengan sistem pengelolaan berbasis koperasi, Si-Boyo menawarkan harga yang terjangkau dan tidak memberatkan pedagang karena tanpa potongan serta tanpa pungutan biaya,” kata Ramzy.
Peluncuran aplikasi Si-Boyo di CFD Tunjungan menarik perhatian warga yang tengah berolahraga dan beraktivitas pagi. Acara tersebut dimeriahkan dengan demonstrasi penggunaan aplikasi, sosialisasi peran koperasi kelurahan, serta pendaftaran langsung bagi pedagang, pelaku UMKM, dan mitra kurir dari berbagai wilayah di Surabaya.
Dengan diluncurkannya Si-Boyo, Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya berharap masyarakat semakin bangga menggunakan layanan berbasis koperasi dan produk lokal. Ke depan, aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus percepatan digitalisasi UMKM di Kota Surabaya.(kar)







