Surabaya, BisnisJatim.Id – Meskipun dibayangi melambatnya ekonomi, namun Harvest Link dan Amesta Living yang dikembangkan Abdael Nusa Group optimis bisa meningkat penjualan. Hal ini karena banyak pembeli terutama gen Z dan Milenial yang semakin tertarik membeli rumah setelah adanya program PPN-DTP dari pemerintah.
Kent Hilman, Marketing Head of Abdael Nusa Group mengatakan, saat ini kondisi pasar properti masih menunjukkan tren positif. Bahkan pada tiga bulan pertama tahun ini, penjualan dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini karena adanya program PPN-DTP yang diumumkan sejak awal tahun dan berlaku selama satu tahun sehingga memberikan kepercayaan lebih bagi konsumen untuk membeli rumah.
“Berbeda dengan tahun lalu dimana PPN DTP dibatasi sampai Juni. Kemudian diperpanjang lagi hingga Desember. Kalau tahun ini sejak Januari 2026 sudah diumumkan PPN DTP berlaku langsung satu tahun hingga Desember. Banyak konsumen terutama kalangan muda yang tertarik untuk membeli. Bagi developer juga memberikan kepastian,” kata Kent disela Bukber bersama Media, Senin (16/3).

Meneurutnya, segmen rumah dengan harga Rp 1 – 2 miliar yang paling diminati. Kisaran harga tersebut dinilai masih sesuai dengan kemampuan generasi muda yang memanfaatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor panjang dan bunga relatif rendah.
“Setiap hari rumah contoh selalu ramai dikunjungi calon pembeli. Umumnya dari generasi muda,” tambahnya.
Di HarvestLink Surabaya Barat, pihaknya menyediakan 8 unit rumah siap huni dengan berbagai tipe lebar bangunan 5, 6 hingga 7 meter. Saat ini hanya tersisa 1 unit. Untuk itu, pihaknya kembali merilis tipe rumah baru, Tesa, yakni rumah satu lantai dengan dua kamar tidur yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp990 juta.
“Melihat geo-politik yang makin panas, sangat mungkin harga akan segera naik menyusul kenaikan harga BBM. Karena itu, sekarang momentum terbaik membeli rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Hartono Chang, Marketing Manager Amesta Living mengatakan program PPN-DTP sangat membantu mendongkrak penjualan. Dari total 16 unit rumah siap huni yang dipasarkan dengan harga mulai Rp1,3 miliar, kini hanya tersisa tiga unit.
“Mayoritas pembeli end user dari kalangan muda. Usianya 25 hingga 35 tahun. Mereka ingin segera menempati rumah barunya,” katanya.
Ia menambahkan, sekitar 90 persen konsumen memanfaatkan fasilitas KPR dari perbankan sehingga dukungan lembaga keuangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga penjualan properti.
Untuk memenuhi permintaan pasar, Amesta Living berencana menambah sekitar 20 unit rumah siap huni di Cluster Neyra.
Selain itu, pengembang juga akan merilis konsep rumah sekaligus tempat usaha dua lantai dengan harga sekitar Rp1,5 miliar. Pada tahap awal, pengembangan akan dilakukan untuk sembilan unit dari total rencana 20 unit.
“Kami optimistis produk ini akan diminati, terutama oleh konsumen yang ingin menjalankan usaha berbasis online karena lokasinya berada di kawasan strategis di jalan Boulevard,” ujar Hartono. BJ1







