HeadlinePropertiResidensial

Menteri PKP: KUR Perumahan Dorong UMKM Naik Kelas

×

Menteri PKP: KUR Perumahan Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id  – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dapat menjadi pendorong bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi KUR Perumahan yang berlangsung di Jakarta, Senin (9/9).

Menurut Maruarar, program Kredit Program Perumahan (KPP) yang termasuk di dalamnya KUR Perumahan, tidak hanya bertujuan menyediakan rumah layak huni, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi UMKM dalam ekosistem perumahan.

“UMKM bisa memanfaatkan KUR Perumahan agar naik kelas dan menyala, karena suku bunga hanya 5 persen—jauh lebih rendah dari bunga perbankan,” ujar Maruarar.

Program ini, lanjutnya, sejalan dengan target pemerintah dalam mewujudkan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. KPP menyediakan pembiayaan baik untuk kredit modal kerja maupun kredit investasi yang berkaitan dengan sektor perumahan.

Maruarar juga mengapresiasi peran aktif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Danantara Indonesia yang mendukung sosialisasi program ini. Ia meyakini jaringan Kadin yang luas di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie dapat membantu mendorong partisipasi UMKM di seluruh Indonesia.

“Kadin dan Danantara dapat menjadi mitra strategis agar program ini menjangkau lebih banyak pelaku usaha. Ini momentum bersejarah karena baru pertama kali KUR dikembangkan khusus untuk sektor perumahan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo,” tegasnya.

Dengan adanya KUR Perumahan, Maruarar optimistis pelaku usaha kecil dapat meningkat ke level menengah, dan pelaku usaha menengah dapat naik ke level besar. Ia menekankan bahwa pemerataan pembangunan akan semakin tercapai apabila UMKM diberi akses pembiayaan yang inklusif dan terjangkau.

Dia juga menyampaikan terimakasih atas dukungan Danantara yang telah membantu Kementerian PKP selama ini serta Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan yang telah bersinergi mewujudkan KUR Perumahan yang baru pertama kali dalam sejarah diluncurkan pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan perumahan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Selain itu juga akan mendorong UMKM untuk meningkatkan usahanya karena pemerintah memberikan KPP dengan suku bunga yang ditanggung pemerintah 5 persen sehingga bisa mendorong mendapatkan kredit modal untuk usahanya

Tahun ini kuota fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi juga ditingkatkan dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Dengan demikian, hal tersebut dapat menciptakan lapangan kerja.

Sebagai contoh, untuk pembangunan satu unit rumah dibangun oleh minimal dibangun oleh lima pekerja sehingga akan membuka 1,65 juta lapangan kerja belum termasuk ibu-ibu yang membuka usaha warung dan pekerja di toko material serta supir dan kernet yang bertugas mengirimkan bahan material bangunannya termasuk industrinya. BJ1