Uncategorized

Kolaborasi dengan Unhas, PT Orela Shipyard Dukung Kemandirian Industri Perkapalan di Indonesia

×

Kolaborasi dengan Unhas, PT Orela Shipyard Dukung Kemandirian Industri Perkapalan di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Gresik, BisnisJatim.Id – Untuk mendukung pengembangan kemandirian industri perkapalan Indonesia, PT Orela Shipyard di Gresik melakukan kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. Salah satunya dengan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Kerjasama ini diwujudkan lewat kunjungan rombongan Unhas ke PT Orela  Shipyard. Rombongan dipimpin Dr. Eng. Ir. Faisal Mahmuddin, ST., M.Inf.Tech., M.Eng., selaku Ketua Departemen Teknik Sistem Perkapalan (TSP) Universitas Hasanuddin, bersama tujuh dosen dari jurusan Teknik Sistem Perkapalan (TSP) Unhas.

Soegeng Riyadi, ST, MT, MRINA, Direktur PT Orela Shipyard , mengatakan, kunjungan ini tidak hanya didasarkan kebutuhan program magang atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Namun juga didorong oleh ketertarikan mendalam terhadap reputasi PT Orela Shipyard yang telah aktif dalam berbagai riset kolaboratif dengan universitas dan institusi di Indonesia, serta universitas dari luar negeri seperti University College London (UCL) dan Cranfield University di Inggris.

“Riset kolaboratif ini telah didanai oleh Newton Fund dan UK Innovate, serta diakui secara global dengan penghargaan Safety Award 2023 dari Royal Institution of Naval Architects (RINA) di Inggris,” ujar Soegeng Riyadi, Selasa (18/2).

Penyerahan Kenang-kenangan dari Ketua Departemen Teknik Sistem Perkapalan UNHAS, Dr. Eng. Ir. Faisal Mahmuddin, ST., M.Inf.Tech., M.Eng kepada Direktur PT. Orela Shipyard Soegeng Riyadi, ST, MT, MRINA

Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pendidikan dari tingkat SMK, Politeknik, hingga Universitas. Saat ini PT Orela Shipyard telah menjalin kerja sama dengan 16 SMK di Jawa Timur dan menyediakan program magang bagi mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.

Beberapa Perguruan Tinggi yang telah menjalin Kerjasama Program Magang untuk mahasiswa diantaranya adalah ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya), ITERA (Institut Teknologi Sumatra), UNPATTI (Universitas Pattimura, Ambon), ITK (Institut Teknologi Kalimantan) dan banyak lainnya.

“Keunggulan program magang di PT Orela Shipyard adalah pelaksanaan program sesuai MBKM Kementerian Pendidikan yang diintegrasikan dengan kebutuhan industri terkini,” tambah  Soegeng.

Sementara itu, Koordinator Program Magang/ internship Orela Shipyard, Irfatin Ni’matus Sa’idah S. Tr. menyampaikan bahwa, program magang melalaui proses yang cakupannya meliputi: Seleksi peserta melalui psikotes dan wawancara, Identifikasi level kompetensi dengan Initial Assessment dan Final Assessment dan Pengenalan praktis melalui bimbingan mentor.

Selain itu, juga ada Pembelajaran dari mentor terkait mata kuliah yang dapat dikonversi, pembekalan dari Human Capital (HC) terkait soft skill seperti Training kepemimpinan (leadership) dan berpikir kritis, Pengerjaan materi presentasi bedasarkan kurikulum/CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) serta Pengerjaan Mini project yang dipandu mentor untuk melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

“Program magang MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) periode Februari–Juni 2024 yang diselenggarakan PT Orela Shipyard melibatkan 46 mahasiswa berbakat dari berbagai universitas di seluruh Indonesia,” ungkap Irfatin.

Peninjauan Langsung Fasilitas PT. Orela Shipyard bersama dengan seluruh Dosen Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hasanuddin

Hasil dari program MSIB ini, lanjutnya, telah menunjukkan kesuksesan yang signifikan.  Sebanyak 10% dari peserta berhasil direkrut oleh PT Orela Shipyard segera setelah mereka lulus. Proses rekrutmen ini memperlihatkan apresiasi perusahaan terhadap kinerja dan potensi para peserta magang.

Penyerapan tenaga kerja dalam masa 0 tahun kelulusan ini membuktikan bahwa program magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi jalur strategis bagi mahasiswa untuk memulai karier di industri perkapalan.

“Dengan hasil yang membanggakan ini, PT Orela Shipyard berharap program magang selanjutnya akan terus mendukung pertumbuhan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kemandirian industri perkapalan,’ ujarnya.

Selama diskusi antara praktisi industri dan akademisi, topik penting terkait kemandirian industri perkapalan Indonesia juga dibahas. Berdasarkan data ILMATE Kementerian Perindustrian 2024, nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) industri kapal dan perahu berkisar antara 25,3% hingga 56,6%.

PT Orela Shipyard berkomitmen meningkatkan penggunaan komponen lokal dengan dukungan universitas yang memiliki jurusan perkapalan, Universitas Hasanuddin akan berkontribusi mendukung hal tersebut dengan melalui riset kolaboratif yang diharapkan mampu memperkuat industri nasional dan meningkatkan daya saing global.

“Kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung fasilitas PT Orela Shipyard. Hal ini memberikan wawasan baru bagi tim akademisi tentang praktik industri terbaik dan potensi kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” tutup Soegeng Riyadi.