HeadlineIndustriPerdagangan

Kolaborasi dengan Rumah BUMN Palangkaraya dan Surabaya, Elnusa Perkuat UMKM Menuju Ekonomi Desa Tangguh dan Berkelanjutan

×

Kolaborasi dengan Rumah BUMN Palangkaraya dan Surabaya, Elnusa Perkuat UMKM Menuju Ekonomi Desa Tangguh dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Bojonegoro, BisnisJatim.Id –  PT Elnusa Tbk bersama Rumah BUMN Palangka Raya dan Rumah BUMN Surabaya meresmikan Dapur Produksi UMKM Elnusa di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Fasilitas yang telah tersersertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) oleh BPOM ini menjadi sentra produksi higienis bagi CENAYU minuman herbal berbasis TOGA yang digarap ibu-ibu PKK binaan program Desa Energi Berdikari Elnusa Desa Sumengko (DEBELKO).

Dicky Ibnu Darmawan, Pjs. Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, mengatakan, momentum peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-56 PT Elnusa Tbk, sekaligus menandai tuntasnya proses sertifikasi dapur produksi bersama UMKM dengan keluarnya sertifikat CPPOB.

Sertifikasi ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan penting menuju pengajuan izin edar atau Merk Dalam (MD) dari BPOM bagi minuman herbal CENAYU. Sementara itu, proses pendampingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM tetap berlanjut, agar kualitas, kapasitas, dan daya saing produk terus meningkat.

Dapur produksi ini dirancang sebagai pusat inovasi bersama yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk lainnya mulai dari minuman herbal, pangan olahan, hingga kosmetik dan turunan berbasis bahan alam sehingga benar-benar menjadi motor penggerak hilirisasi UMKM yang berkelanjutan.

“Peresmian dapur produksi ini adalah bagian dari komitmen Elnusa terhadap pemberdayaan masyarakat, kemandirian energi, dan keberlanjutan melalui program CSR dan TJSL PT Elnusa Tbk, dimana dengan dapur produksi yang memenuhi sertifikasi CPPOB dan Minuman CENAYU yang telah di tingkatkan baik kapasitas dan legalitas melalui penerbitan NIB terbaru dan Halal sehingga kualitas serta daya saing CENAYU meningkat dan diharapkan akses pasar kian luas,” ujar Dicky, Kamis (21/8).

Endro Hartanto,Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, menambahkan bahwa peresmian ini juga merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-56 PT Elnusa Tbk. Dapur Produksi UMKM Elnusa bukan hanya tempat produksi, melainkan ruang belajar bersama untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan manajemen usaha.

“Kami berharap produk lokal kian berdaya saing, membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Sumengko,” tutur Endro.

Sementara itu, Kepala Desa Sumengko menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PT Elnusa Tbk atas peresmian dan pemberian fasilitas Dapur Produksi Bersama UMKM Desa Sumengko yang telah di sertifikasi CPPOB oleh BPOM serta dilakukan peningkatan kapasitas dan legalitas kepada Minuman Herbal CENAYU. Fasilitas ini bisa mempercepat standardisasi mutu dan pemasaran.

Sementara itu, dikesempatan yang sama Sekretaris Camat menekankan manfaatnya bagi penguatan ekosistem ekonomi lokal serta perluasan kesempatan kerja dan harapannya Desa Sumengko menjadi Desa percontohan untuk Desa lainnya di Kecamatan Kalitidu Bojonegoro.

CEO Rumah BUMN Palangka Raya Ir. Yanto Karnosaputra, S.T., M.B.A., IPM, mengatakan, kolaborasi PT Elnusa Tbk dengan Rumah BUMN Palangka Raya – Rumah BUMN Surabaya ini tidak hanya mempercepat scale-up UMKM dari hulu ke hilir mulai dari penguatan legalitas, standardisasi mutu, hingga akses ritel dan marketplace, CENAYU juga didorong naik kelas dengan kurikulum dan program berlapis.

Seperti program pelatihan produk, desain kemasan, pengolahan pangan yang baik, strategi pemasaran, literasi hukum, literasi digital dan literasi keuangan berkelanjutan yang diperkuat dari sisi quality assurance dan on-boarding pasar Jawa Timur, termasuk pendampingan go-to-market, onboarding to marketplace dan PaDI UMKM serta akses pasar ritel lokal maupun global.

“Selain itu, mendorong terciptanya peluang ekonomi baru di Desa sejalan dengan SDG’s 1 & 8  serta sekaligus menegaskan komitmen dalam menjalankan SDG’s 17 melalui kemitraan multipihak yang konkret,” kata Ir. Yanto Karnosaputra.

Peresmian Dapur Produksi Bersama UMKM Elnusa yang telah tersertifikasi CPPOB menjadi tonggak peningkatan infrastruktur industri mikro yang higienis dan berdaya saing, sejalan dengan SDG’s 9, sekaligus pijakan penting untuk pengajuan izin edar MD bagi CENAYU.

Dapur ini tidak hanya menopang minuman herbal CENAYU berbasis TOGA, tetapi juga dirancang sebagai pusat inovasi bersama untuk beragam produk turunannya termasuk pangan olahan dan kosmetik berbahan alam dengan praktik yang sesuai SDG 12.

Di tingkat komunitas, pemberdayaan ibu-ibu PKK sebagai motor penggerak CENAYU menguatkan peran perempuan dalam rantai nilai UMKM selaras dengan SDG 5.

Seluruh rangkaian pendampingan yang tetap berlanjut, peningkatan kapasitas, disiplin mutu, hingga orkestrasi pasar dirajut dalam satu tujuan, yaitu menghadirkan ekosistem hilirisasi UMKM desa yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Sehingga manfaatnya nyata dirasakan warga sekaligus mempertegas kontribusi Elnusa terhadap agenda pembangunan berkelanjutan global.

Sementara itu, CEO Rumah BUMN Jawa Timur 1, Selma Lady Diana, menyampaikan, dapur produksi ini lebih dari sekadar fasilitas fisik. Ini adalah pusat inovasi bersama yang akan melahirkan produk-produk baru dan mendorong hilirisasi UMKM berbasis bahan alam.

Keberhasilan program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), seperti pengentasan kemiskinan, peran perempuan, dan pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif.

“Inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan ekonomi desa yang tangguh dan berdaya saing. Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi ini dan berharap Desa Sumengko menjadi model percontohan bagi desa-desa lain di Indonesia,” ujar Selma.

Dengan ekosistem yang terdokumentasi dan terstandar, Elnusa bersama jejaring Rumah BUMN menargetkan hilirisasi UMKM yang berkelanjutan yang menghubungkan produksi berkualitas dengan pasar yang kian inklusif dan kompetitif, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Dapur Produksi Bersama ini bukan sekadar fasilitas, melainkan jembatan nyata bagi UMKM Desa menuju pasar modern dan global,” ungkap Selma. BJ1