HeadlinePropertiResidensial

Gresik Selatan Kian Dilirik Developer, Giri Tirta Siapkan Infrastruktur Air Bersih

×

Gresik Selatan Kian Dilirik Developer, Giri Tirta Siapkan Infrastruktur Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Gresik, BisnisJatim.Id Pertumbuhan sektor properti di wilayah Gresik bagian selatan semakin pesat seiring dengan meluasnya pengaruh pembangunan dari Kota Surabaya. Menyikapi tren ini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik menyiapkan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan air bersih, terutama bagi perumahan-perumahan baru.

Direktur Utama Perumda Giri Tirta, Kurnia Suryandi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memaksimalkan jaringan eksisting serta kapasitas produksi air bersih. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari sektor permukiman.

“Kami siap dari sisi jaringan dan produksi. Tinggal menunggu pengajuan pemasangan dari para pengembang,” kata Kurnia, Selasa (26/8).

BERKEMBANG: Salah satu sudut kawasan perumahan di Kedamean, Gresik yang sedang dikembangkan. Rencana Perumda Giri Tirta yang akan menyelesaikan pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) di Jalan Raya Kedamean akan membuat kawasan ini semakin hidup karena kebutuhan air bersih akan terpenuhi. Foto DOK

Saat ini, Perumda Giri Tirta juga sedang menyelesaikan pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) di Jalan Raya Kedamean. Infrastruktur ini dirancang untuk melayani kawasan-kawasan baru yang tengah dikembangkan, seperti Menganti, Driyorejo, dan Kedamean.

“JDU di Kedamean ini pembangunannya sudah hampir selesai. Salah satu tujuannya memang untuk suplai ke perumahan-perumahan baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Tirta juga menjajaki kerja sama dengan PDAM Surabaya. Salah satu rencana kolaborasi adalah pemanfaatan suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Karang Pilang yang memiliki kapasitas 1.000 liter per detik.

“Dari kapasitas tersebut, sebagian akan dialokasikan untuk mendukung kebutuhan air di Gresik selatan,” imbuh Kurnia.

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik, tercatat sebanyak 14 pengembang mulai masuk sejak awal 2025. Mereka membangun berbagai kawasan hunian baru, khususnya di wilayah Kedamean, Menganti dan Driyorejo.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pemkab Gresik juga mulai membenahi akses infrastruktur, salah satunya melalui pelebaran Jalan Lakarsantri–Menganti yang dimulai sejak 2023 dan akan terus dilanjutkan.

Selain itu, Jalan Raya Kedamean rencananya juga akan dilebarkan hingga 30 meter. Sehingga aksesnya akan semakin. Fasilitas layanan dasar seperti rumah sakit juga ditambah, di antaranya RS Gresik Sehati.

Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Perumda Giri Tirta berupaya memastikan bahwa pertumbuhan hunian di selatan Gresik tidak terkendala oleh keterbatasan air bersih. BJ1