Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penyediaan akses pangan yang lebih terjangkau dan berkualitas. Direktur JAPFA, Rachmat Indrajaya, menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok di tingkat desa kerap tidak kompetitif karena rantai distribusi yang terlalu panjang.
“Sebagai perusahaan nasional, JAPFA berkomitmen untuk turut mensukseskan program-program strategis pemerintah. Terlebih, kami memiliki jaringan operasional yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Kami siap memberikan bimbingan dan pendampingan terkait manajemen suplai, informasi produk, pengelolaan produk, serta operasional distribusi dan pemasaran produk agar koperasi mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Rachmat.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini turut membuka peluang pengembangan program kemitraan lainnya, termasuk pengembangan peternakan ayam pedaging dan petelur berbasis masyarakat. Menurutnya, KDKMP memiliki potensi besar untuk menciptakan pasar yang mampu menyerap hasil ternak masyarakat sehingga membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif.
Dengan jaringan operasional yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, JAPFA siap mendukung pemerintah dalam memastikan ketersediaan produk protein hewani yang berkualitas, aman, dan terjangkau bagi seluruh anggota koperasi. JAPFA menargetkan kemitraan dengan 1.000 Toko Sembako yang tergabung dalam Program Koperasi Merah Putih hingga kuartal pertama 2026, dengan perluasan kemitraan berkelanjutan hingga akhir 2026.
Melalui kerja sama ini, JAPFA berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem distribusi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara bertahap dan berkelanjutan.(kar)