Jakarta, BisnisJatim.Id – Bank Indonesia (BI) mencatat aktivitas dunia usaha pada triwulan III 2026 masih menunjukkan kinerja positif, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang mencapai 11,46 persen.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/10), mengatakan capaian tersebut lebih rendah dibandingkan SBT pada triwulan II 2026 yang tercatat sebesar 12,97 persen.
Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), sejumlah lapangan usaha masih mencatatkan peningkatan kinerja selama triwulan III 2026. Industri pengolahan membukukan SBT sebesar 1,53 persen, disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 1,09 persen.
Peningkatan juga terjadi pada sektor konstruksi dengan SBT 0,92 persen, pengadaan listrik dan gas sebesar 0,69 persen, serta real estat sebesar 0,34 persen.

Dari sisi kapasitas produksi, BI mencatat tingkat kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2026 tetap terjaga di level 73,75 persen. Peningkatan pemanfaatan kapasitas terutama terjadi pada industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.
Selain itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum menunjukkan perbaikan, khususnya dari aspek likuiditas dan rentabilitas. Sementara itu, akses pelaku usaha terhadap kredit perbankan dinilai masih relatif mudah.
Memasuki triwulan IV 2026, BI memperkirakan kegiatan dunia usaha tetap berada dalam zona pertumbuhan positif, dengan SBT sebesar 10,77 persen.
Sejumlah sektor diprakirakan mengalami peningkatan aktivitas, meliputi transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, jasa perusahaan, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor.
BI menilai prospek tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dan perekonomian selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta periode libur akhir tahun.
Meski demikian, perkiraan SBT triwulan IV 2026 yang lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan III menunjukkan bahwa kegiatan usaha diprakirakan tetap tumbuh positif dengan tingkat pertumbuhan yang lebih moderat. bj5/dar/iqp






