IndeksUncategorized

Tarif Tol Probolinggo Gending-Paiton Resmi Berlaku, Ini Daftar Tarif Golongan I-V

×

Tarif Tol Probolinggo Gending-Paiton Resmi Berlaku, Ini Daftar Tarif Golongan I-V

Sebarkan artikel ini
foto Istimewa

BISNISJATIM.ID – Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Paiton sepanjang 24,08 kilometer mulai beroperasi dengan tarif pada Rabu (14/10/2026) pukul 00.00 WIB. Pengguna jalan kini dikenakan tarif sesuai golongan kendaraan dan jarak perjalanan yang ditempuh.

Manager SDMU PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Hima Jaya, mengatakan pemberlakuan tarif tersebut merupakan kelanjutan dari masa uji coba operasional tanpa tarif yang berlangsung sejak 30 September 2026.

“Pemberlakuan tarif ini merupakan kelanjutan dari masa uji coba sosialisasi tanpa tarif yang telah berjalan dengan lancar sejak 30 September 2026 lalu sehingga mulai 14 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB dioperasikan dengan tarif,” ujar Hima Jaya dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2026).

Penetapan tarif Tol Prosiwangi segmen Gending-Simpang Susun (SS) Kraksaan-SS Paiton tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7683/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol.

Daftar Tarif Tol Prosiwangi Gending-Paiton 2026

Tarif Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton berlaku untuk perjalanan dua arah, baik dari Gending menuju Kraksaan dan Paiton maupun sebaliknya. Besaran tarif dibedakan berdasarkan lima golongan kendaraan.

Berikut rincian tarif tol untuk setiap ruas:

1. Rute Gending – SS Kraksaan (atau Sebaliknya)

Golongan I: Rp16.000

Golongan II & III: Rp24.000

Golongan IV & V: Rp32.000

2. Rute SS Kraksaan – SS Paiton (atau Sebaliknya)

Golongan I: Rp20.000

Golongan II & III: Rp30.500

Golongan IV & V: Rp40.500

3. Rute Gending – SS Paiton (atau Sebaliknya)

Golongan I: Rp36.000

Golongan II & III: Rp54.500

Golongan IV & V: Rp72.500

Simulasi Akumulasi Tarif Tol Trans-Jawa (Kendaraan Golongan I)
Bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus melalui jaringan Jalan Tol Trans Jawa, berikut adalah akumulasi perkiraan tarif untuk kendaraan Golongan I:

Dari Probolinggo Timur (Pasuruan–Probolinggo):

Menuju GT Kraksaan: Rp28.000

Menuju GT Paiton: Rp48.000

Dari Surabaya (Masuk via GT Kejapanan Utama):

Menuju GT Kraksaan: Rp129.500

Menuju GT Paiton: Rp149.500

Dari Malang (Masuk via GT Malang):

Menuju GT Kraksaan: Rp165.500

Menuju GT Paiton: Rp185.500

Golongan I umumnya mencakup sedan, jip, pikap atau truk kecil, dan bus. Golongan II dan III mencakup kendaraan dengan dua atau tiga gandar, sedangkan Golongan IV dan V mencakup kendaraan dengan empat atau lima gandar.

Tarif Terintegrasi dari Pasuruan, Surabaya, dan Malang

Selain tarif untuk perjalanan pada segmen Gending-Paiton, pengguna jalan juga perlu memperhitungkan tarif terintegrasi apabila melanjutkan perjalanan dari ruas tol lain.

Untuk kendaraan Golongan I yang menempuh perjalanan dari Gerbang Tol (GT) Gending menuju GT Kraksaan, tarif yang dikenakan sebesar Rp16.000. Jika perjalanan dilanjutkan hingga GT Paiton, tarifnya menjadi Rp36.000.

Sementara itu, pengguna jalan dari arah Probolinggo yang masuk melalui GT Probolinggo Timur di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo dikenakan tarif akumulasi sebesar Rp28.000 untuk tujuan GT Kraksaan dan Rp48.000 untuk tujuan GT Paiton. Tarif tersebut juga berlaku untuk arah sebaliknya.

Bagi pengendara dari Surabaya yang masuk melalui GT Kejapanan Utama, tarif terintegrasi menuju GT Kraksaan ditetapkan sebesar Rp129.500. Jika tujuan perjalanan hingga GT Paiton, tarifnya mencapai Rp149.500.

Adapun pengguna jalan dari Malang yang masuk melalui GT Malang dikenakan tarif akumulasi sebesar Rp165.500 untuk tujuan GT Kraksaan dan Rp185.500 untuk tujuan GT Paiton.

Rincian tersebut dapat menjadi acuan bagi pengendara untuk memperkirakan biaya perjalanan sebelum memasuki jalan tol, terutama bagi pengguna yang melintasi beberapa ruas Tol Trans Jawa.

Pengguna Jalan Diimbau Siapkan Saldo E-Toll

Seiring dengan pemberlakuan tarif, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

“Pengguna jalan hendaknya mempersiapkan kartu uang elektronik dengan saldo memadai sebelum memulai perjalanan,” kata Hima Jaya.

Pengguna jalan juga diminta memakai kartu uang elektronik yang sama saat melakukan transaksi tap-in dan tap-out di gerbang tol. Kecukupan saldo perlu disesuaikan dengan rute perjalanan agar transaksi berjalan lancar dan tidak menimbulkan antrean di gerbang keluar.

Untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung, masyarakat dapat memanfaatkan fitur CCTV pada aplikasi Travoy. Pengguna jalan yang membutuhkan bantuan di jalan tol juga dapat menghubungi Call Center 133.

Perkuat Konektivitas Kawasan Timur Jawa Timur

Pengoperasian Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton menjadi bagian dari pengembangan konektivitas di kawasan timur Jawa Timur. Kehadiran ruas sepanjang 24,08 kilometer tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat menuju berbagai kawasan strategis dan destinasi wisata.

Pengembangan jaringan Tol Prosiwangi juga diharapkan mendukung konektivitas menuju Banyuwangi, termasuk akses perjalanan ke Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu jalur penyeberangan penting menuju Bali.

Dengan pemberlakuan tarif, pengguna jalan kini memiliki kepastian biaya untuk merencanakan perjalanan melalui segmen Gending-Paiton. Infrastruktur tersebut diharapkan turut mendukung kelancaran distribusi barang, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat di wilayah timur Jawa Timur.    (JUI)