IndeksKeuangan

Manulife Ungkap 5 Kebiasaan Finansial untuk Wujudkan Kemandirian Finansial Keluarga

×

Manulife Ungkap 5 Kebiasaan Finansial untuk Wujudkan Kemandirian Finansial Keluarga

Sebarkan artikel ini

Bisnisjatim.id, Jakarta – Di tengah usia harapan hidup yang semakin panjang, kemandirian finansial menjadi semakin penting bagi masyarakat. Kondisi finansial yang kuat tidak hanya membantu seseorang memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memberikan kemampuan untuk mendukung keluarga secara berkelanjutan.

Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan, sebanyak 93 persen masyarakat Indonesia memandang kemandirian finansial sebagai bentuk warisan baru bagi keluarga.

Aspirasi untuk merdeka secara finansial secara pribadi dinilai menjadi langkah awal sebelum seseorang mampu memberikan dukungan yang lebih optimal kepada keluarga. Sejalan dengan hal tersebut, orang dewasa di Indonesia berencana mengalokasikan sekitar 60 persen aset finansial mereka untuk mendukung kemandirian diri.

Dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, individu dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan dukungan finansial yang lebih berkelanjutan bagi keluarga.

Chief Marketing Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Shierly Ge, mengatakan fondasi finansial yang kuat tidak dibangun melalui satu langkah besar, melainkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Fondasi finansial yang kuat tidak dibangun dalam satu langkah besar, melainkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan mengelola pengeluaran, mengembangkan aset, mempersiapkan masa pensiun, serta melengkapi perencanaan dengan perlindungan yang sesuai, keluarga dapat memenuhi kebutuhan hari ini sekaligus menjaga kemandirian finansial pada masa depan,” ujar Shierly.

Berdasarkan insight Manulife Asia Care Survey 2026, Manulife Indonesia merangkum lima kebiasaan finansial yang dapat membantu keluarga menerjemahkan aspirasi kemandirian finansial ke dalam kehidupan sehari-hari.

1. Catat Anggaran dan Tetapkan Prioritas Finansial

Langkah pertama adalah mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin serta menetapkan prioritas keuangan. Keinginan untuk tetap mandiri sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga membutuhkan pengelolaan dana yang terarah.

Keluarga dapat mulai dengan mengurangi pengeluaran impulsif dan mengalokasikan dana berdasarkan prioritas, mulai dari kebutuhan sehari-hari, dana darurat hingga tujuan finansial jangka panjang.

2. Jangan Hanya Mengandalkan Tabungan

Menabung tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan menjaga likuiditas.

Namun, untuk tujuan jangka panjang, keluarga juga perlu mempertimbangkan pengembangan aset serta sumber pendapatan dan arus kas yang lebih terprediksi. Langkah tersebut dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pendidikan anak, persiapan pensiun, maupun perlindungan masa depan keluarga.

3. Persiapkan Masa Pensiun Sejak Dini

Persiapan masa pensiun juga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian finansial.

Manulife Asia Care Survey 2026 mencatat 66 persen masyarakat Indonesia menginginkan pendapatan yang stabil dan mandiri secara finansial di masa tua.

Di sisi lain, sebanyak 68 persen orang dewasa di Indonesia masih memberikan dukungan finansial kepada keluarga.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini. Masyarakat dapat memperkirakan kebutuhan finansial saat memasuki usia pensiun, menyisihkan dana secara rutin, serta mengelola aset berdasarkan tujuan dan profil risiko masing-masing.

4. Perkuat Kemampuan Menjaga Pendapatan

Keinginan memiliki pendapatan yang stabil hingga masa tua juga menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan penghasilan sepanjang perjalanan hidup.

Karena itu, keluarga dapat mempertimbangkan peningkatan keterampilan, pengembangan karier maupun sumber penghasilan tambahan yang sesuai dengan kemampuan, kondisi, dan tujuan finansial masing-masing.

Kemampuan untuk mempertahankan serta mengembangkan pendapatan dapat menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi berbagai perubahan kebutuhan sepanjang kehidupan.

5. Bangun Jaring Pengaman Finansial

Kebiasaan kelima adalah membangun jaring pengaman finansial untuk menghadapi risiko yang tidak terduga.

Sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab perawatan keluarga. Kondisi ini membuat risiko kesehatan maupun kejadian tidak terduga berpotensi memengaruhi kondisi keuangan tidak hanya individu, tetapi juga anggota keluarga yang bergantung kepadanya.

Dana darurat dan perlindungan asuransi yang sesuai kebutuhan dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga stabilitas finansial keluarga ketika menghadapi berbagai risiko.

Shierly mengatakan, kemandirian finansial tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Hal yang lebih penting adalah memahami tujuan keluarga dan membangun kebiasaan finansial yang relevan secara konsisten.

“Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda. Dengan memulai dari langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing, setiap keluarga dapat menjadi lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai fase kehidupan,” jelas Shierly.

Dengan membangun kebiasaan mengelola anggaran, mengembangkan aset, mempersiapkan masa pensiun, menjaga keberlanjutan pendapatan, serta memiliki perlindungan finansial, keluarga dapat memperkuat fondasi keuangan sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.(kar)