HeadlineIndustriOtomotif

Pasar Otomotif Bergerak Positif, UMC Optimis New XL7 Berkontribusi 18 Persen di 2026

×

Pasar Otomotif Bergerak Positif, UMC Optimis New XL7 Berkontribusi 18 Persen di 2026

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Respons positif pasar terhadap Suzuki New XL7 semakin bagus di Jawa Timur. Sejak diluncurkan, model terbaru Suzuki tersebut telah mengantongi sekitar 150 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) melalui PT United Motors Centre (UMC).

Arini Megawati, Direktur Sales & Marketing PT United Motors Centre (UMC) mengatakan, sejak diluncurkan sebulan, Suzuki XL7 terbaru mendapatkan sambutan positif dari para pencinta otomotif Tanah Air dengan total pemesanan (SPK) sebanyak 150 unit.

Bagi UMC, capaian ini menjadi awal yang bagus penerimaan konsumen terhadap XL7 sebagai kendaraan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia. Peminat dari tipe tertinggi yaitu New Alpha masih mendominasi yaitu 45%, New Zeta 37% dan New Beta sendiri 17%.

“Hari ini secara simbolis penyerahan kunci kami serahkan kepada 10 konsumen terpilih dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Mojokerto. Momentum ini menjadi bentuk apresiasi Suzuki terhadap kepercayaan pelanggan yang telah memilih produk buatan dalam negeri,” kata Arini disela seremoni serahterima XL7 pada para pembeli dan sekaligus menggelar test drive bagi para media, Sabtu (5/9).

SERAHKAN KUNCI: Arini Megawati bersama Wiyarso Adiwibowo secara simbolis melepas mobil SUV terbaru, New XL7 pada para pembeli setelah sebelumnya menyerahkan kuncinya dalam acara seremonial yang digelar di Hedon Estate, Sabtu (5/8/2026). Foto RIS

Sementara itu, Senior Area Sales Manager PT United Motors Centre (UMC) Wiyarso Adiwibowo mengatakan, tingginya pemesanan tersebut menunjukkan antusiasme konsumen terhadap New XL7 cukup kuat.

Momentum Hari Pelanggan turut dimanfaatkan UMC untuk melakukan seremoni serah terima unit kepada konsumen. Sebanyak 10 konsumen menjadi penerima pertama New XL7, sementara unit lainnya akan dikirim secara bertahap.

“Delivery-nya mulai 10 konsumen pertama hari ini. Untuk sisanya akan dikirim secara bertahap mulai Senin,” kata Wiyarso.

Ia menjelaskan, sebagian kendaraan yang dipesan konsumen sebenarnya telah tersedia. Namun, proses pengiriman dilakukan setelah seremoni serah terima sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pelanggan.

Dari sisi pasokan, UMC memperoleh sekitar 100 unit New XL7 setiap bulan. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, mengingat kendaraan ini berstatus Completely Knocked Down (CKD) dan diproduksi di Indonesia.

“Kami memastikan ketersediaan unit tidak menjadi kendala karena kendaraan tersebut berstatus CKD dan diproduksi di Indonesia,” ujarnya.

CERIA: Para pembeli tersenyum cerai setelah secara simbolis menerima kunci mobil NEW XL7 yang mereka pesan sebelumnya dan kini sudah bisa dinikmati bersama keluarga. Foto RIS

UMC juga memasang target untuk meningkatkan kontribusi New XL7 di segmen low SUV hingga penghujung 2026. Saat ini, segmen tersebut memiliki pangsa pasar sekitar 15,8 persen. Hingga akhir tahun 2026, Wiyarso berharap kontribusi New XL7 dapat meningkat hingga sekitar 18 persen.

Untuk wilayah pemasaran UMC, penjualan model tersebut ditargetkan mencapai sekitar 100 unit per bulan. Sementara untuk pasar Jawa Timur secara keseluruhan, penjualan New XL7 diproyeksikan mampu menyentuh sekitar 200 unit per bulan.

Optimistis Pasar Otomotif Menguat

UMC melihat peluang pertumbuhan pasar otomotif pada paruh akhir tahun masih terbuka lebar. Secara historis, permintaan kendaraan biasanya mulai mengalami peningkatan memasuki September dan terus menguat hingga akhir tahun.

“Biasanya market naik mulai September, Oktober, November, dan puncaknya Desember. Kami berharap bisa mengikuti pertumbuhan market Suzuki secara keseluruhan naik,” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan daya beli masyarakat serta berbagai program penjualan menjadi faktor yang dapat mendorong pertumbuhan pasar otomotif menjelang akhir tahun.

Kenaikan jumlah SPK yang tercatat pada Agustus juga menjadi salah satu sinyal positif bagi pelaku industri. Kondisi tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pembelian kendaraan mulai kembali bergerak.

Selain faktor konsumsi masyarakat, belanja pemerintah juga dinilai memiliki efek terhadap industri otomotif. Perputaran anggaran pemerintah dapat mendorong aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan peredaran uang di masyarakat.

“Dengan adanya belanja pemerintah, perekonomian bisa berputar. Uang yang beredar di masyarakat bisa menumbuhkan daya beli konsumen,” tutup Wiyarso. bj3/lip