Surabaya, BisnisJatim.Id – Meskipun dibayangi kenaikan harga, namun pasar elektronik tahun diperkirakan tetap akan tumbuh single digit. Sebab itu, industri elektronik tetap optimis dengan merilis produk terbaru berbasis AI (Artificial Intelegence) dengan menyasar segmen middle up.
Iwan Sutanto, Branch Manager Surabaya of LG Electronics Indonesia, mengatakan, industri elektronik memang mengalami tekanan hebat. Selain kenaikan kurs dolar AS juga harga bahan mengalami kenaikan menyusul naiknya harga minyak di pasar global.
Kendati begitu, pihaknya tetap melihat pasar elektronik di Indonesia masih menjanjikan. Selain jumlah penduduknya besar, juga sekarang alat elektronik sudah menjadi kebutuhan masyarakat terutama produk TV, AC, kulkas dan mesin cuci.
“Karena itu, kami tetap optimis tahun ini ada pertumbuhan meskipun single digit. Memang masing-masing daerah tidak sama pertumbuhanya. Untuk di Surabaya dan Jatim kami yakin tumbuh single digit,” kata Iwan saat memperkenalkan beberapa produk LG terbaru di Hartono Elektronik Surabaya, Jumat (10/7).

Dijelaskan, kenaikan harga memang tidak bisa dihindari. Hal ini karena dolar AS mengalami penguatan terhadap rupiah. Sementara harga BBM dunia juga naik luar biasa. Hal ini berimbas pada naiknya bahan baku terutama biji plastik.
Namun dia mengaku kenaikan harganya masih dalam batas wajar yakni 3-5 persen. Itu artinya, pasar masih bisa meng-absorb semua produk LG. Apalagi, gaya hidup masyarakat terus mengalami pergeseran dimana alat-alat elektronik seperti TV, AC, kulkas dan mesin cuci, bukan lagi sebagai kebutuhan sekunder, apalagi tersier, namun jadi kebutuhan utama.
“Kita tidak sembarangan menaikan harga. Kami juga ukur kapasitas dan daya beli masyarakat. Kenaikan kami lakukan bertahap. Kami juga punya hubungan baik dengan Lembaga finance. Sehingga masyarakat yang terdampak daya belinya, bisa menggunakan finance,” ungkapnya.
Dia mengaku, saat ini LG lebih fokus menggarap market kelas middle up atau premium. Sebab segmen ini memiliki ketahanan daya beli yang lebih baik. Namun begitu untuk low market juga tetap dihadirkan. Saat ini komposisnya 70 persen premium market dan sisanya low market.
Sementara hingga semester I/2026, produk TV masih memberikan kontribusi terbesar yakni 30 persen dari total penjualan produk LG di Surabaya dan Jatim. Sedangkan AC berkontribusi 23 persen. Sementara kulkas dan mesin cuci masing-masing 20 persenan.
“Kami terus melakukan diferensiasi produk. Karena kuncinya disitu. Dan sekarang semua produk LG terutama untuk segmen premium, sudah menggunakan teknologi AI. Sehingga masyarakat semakin mudah menerima produk LG baik TV, AC, kulkas maupun mesin cuci. Segmen middle up juga kini semakin besar kontribusinya. Karena itu kami fokus disegmen ini,” pungkas Andrian Setiawan, Head Operationa Hartono Elektronik. bj3






