BISNISJATIM.ID – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) secara resmi menyerahkan pengelolaan fasilitas Taman Pintar Juanda JAPFA kepada Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur. Serah terima ini menjadi tonggak akhir dari rangkaian pembangunan dan pendampingan yang dilakukan JAPFA sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) perusahaan.
Dengan adanya serah terima ini, Lanudal Juanda kini memegang kendali penuh secara mandiri untuk mengelola fasilitas tersebut sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pembelajaran lingkungan bagi masyarakat luas.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Lebih dari sekadar membangun fasilitas, kami ingin memastikan bahwa kawasan ini dapat terus dikelola dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, khususnya di bidang pertanian, perikanan, dan pelestarian lingkungan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya,” ujar Rachmat.
Fasilitas Edukasi dan Lingkungan yang Lengkap
Kawasan Taman Pintar Juanda JAPFA dirancang terpadu dengan menyediakan berbagai sarana pendukung yang variatif. Fasilitas yang diserahterimakan meliputi:
Area Rekreasi & Ikonik: Taman Pintar, monumen pesawat, area ketangkasan, dan sebuah pendopo untuk kenyamanan pengunjung.
Infrastruktur Lingkungan: Rumah kompos dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Area Edukasi Terpadu: Lahan persawahan, kandang kelinci, kandang ayam, kolam ikan, serta amphiteater.
Fasilitas Pendukung: Unit souvenir shop atau JAPFA Showcase.
Komitmen Pengelolaan Mandiri dan Berkelanjutan
Ketua Umum Jalasenastri, Ibu Fera Muhammad Ali, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi JAPFA sekaligus menegaskan kesiapan TNI AL dalam menjaga fasilitas tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada JAPFA atas kontribusi dan kepercayaan yang diberikan kepada Lanudal Juanda. Kami berkomitmen untuk mengelola, memelihara, dan mengembangkan Taman Pintar ini agar tetap menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang bermanfaat serta dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Untuk menjamin kelancaran proses alih kelola, JAPFA sebelumnya telah memberikan pembekalan intensif melalui program Training of Trainers (ToT) selama 5 hingga 6 bulan bagi personel Lanudal. Pelatihan tersebut mencakup materi pertanian regeneratif, pengelolaan limbah organik, hingga manajemen operasional kebun terpadu. Diharapkan, tim pengelola baru mampu menyelenggarakan kegiatan edukasi mandiri sekaligus menyusun sistem dokumentasi yang berkelanjutan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah program CSR tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kesiapan pengelolanya sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat,” tutup Rachmat. (PVY)






