AgribisnisHeadlineIndustri

Produksi Madagaskar Menurun, Vanila Indonesia Berpeluang Isi Pasar Internasional

×

Produksi Madagaskar Menurun, Vanila Indonesia Berpeluang Isi Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Ditengah kondisi ekonomi global yang belum stabil karena imbas geo-politik dan kenaikan harga BBM internasional, Indonesia tetap berpeluang untuk memperkuat pasar ekspor terutama dari hasil pertanian dan Perkebunan.

Miftah Farid, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer , Kementerian Perdagangan RI, mengatakan, market global itu sebenarnya masih bertumbuh. Hanya saja, pelaku usaha harus pintar mencari peluang di setiap kawasan. Karena setiap kawasan memiliki karakter market sendiri-sendiri.

“Setiap kawasan punya karakteristik demand sendiri-sendiri. Di Eropa, misalnya banyak terima poduk dari manufaktur, tapi yang penting sustainability aspect, quality dan safety sistem harus diterapkan,” ungkap Farid di Surabaya, Kamis (4/7).

Dia menambahkan, hasil pertanian dan Perkebunan juga sangat baik peluang pasarnya. Bahkan dalam lima tahun terakhir, pertanian pertumbuhanya sangat bagus dua digit. Dia memberi contoh, Vanila dari Indonesia berpotensi untuk berkembang. Karena produsen vanila terbesar, Madagaskar sekarang lagi mengalami penurunan produksi sehingga harga vanila naik.

“Supplynya menurun karena produk Vanila dari Madaskar menurun. Vanila Indonesia bisa men-substitute vanila Madagaskar di International Market. Itu salah satu contoh potensi yang bis akita manfaatkan,” tambah dia.

Demikian juga kakao. Dalam tiga tahun terakhir produksi di Afrika Barat juga mengalami penurunan. Ini kesempatan Indonesia untuk bisa bicara banyak Kakao di market Internsional.

“Kita juga kerjasama dengan Kanada untuk memasarkan kakao Indonesia di pasar internasional. Ini kesempatan bagi Indonesia terutama hasil pertanian dan Perkebunan. Cukup besar peluangnya,” pungkas Farid. bj1