HeadlinePropertiResidensial

Royal Residence Andalkan Segmen Premium Organica untuk Dongkrak Penjualan 2026

×

Royal Residence Andalkan Segmen Premium Organica untuk Dongkrak Penjualan 2026

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Di tengah perlambatan pasar properti yang masih dipengaruhi berbagai tantangan ekonomi, Royal Residence Surabaya memilih memperkuat pemasaran produk-produk premium guna menjaga pertumbuhan penjualan sepanjang 2026.

Direktur Utama Royal Residence, Lodewyk Wattimena, mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini masih menghadapi tekanan, terutama pada segmen rumah berukuran kecil hingga menengah yang cenderung mengalami stagnasi. Selain faktor daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, banyak investor masih bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

“Untuk saat ini, segmen yang masih cukup bergerak adalah rumah-rumah berukuran besar. Kelompok konsumen di segmen ini relatif masih memiliki kemampuan finansial yang kuat sehingga tetap menjadi pasar potensial,” ujar Lodewyk, Senin (15/6).

Karena itu, Royal Residence memfokuskan strategi penjualan tahun ini pada penyelesaian pemasaran Cluster Organica tahap pertama, khususnya kawasan Peanut A. Hunian premium yang dipasarkan dengan kisaran harga Rp5 miliar hingga Rp7 miliar tersebut saat ini telah terjual sekitar 60-70 persen.

Menurut Lodewyk, meskipun pertumbuhan penjualan pada kuartal pertama 2026 masih terbatas, perusahaan tetap mencatat kenaikan sekitar 2-3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ia optimistis kinerja pasar akan membaik apabila kondisi ekonomi semakin kondusif.

“Penjualan masih tumbuh meskipun tipis. Kami berharap kepercayaan investor dan konsumen semakin meningkat sehingga pasar properti bisa kembali bergairah,” kata Lodewyk belum lama ini di Surabaya.

CLUSTER PREMIUM: Lodewyk Wattimena dan Dina Ariyanti meninjau cluster Organica beberapa waktu lalu. Saat ini Royal Residence fokus menghabiskan unit premium di cluster Organica untuk mendongkrak penjualan ditengah tekanan pasar properti akibat pelambatan laju ekonomi. Foto RIS

Selain menghabiskan stok yang tersedia, Royal Residence juga tengah menyiapkan produk baru di kawasan Organica. Saat ini desain rumah baru tersebut masih dalam tahap finalisasi dan ditargetkan mulai diperkenalkan ke pasar pada Juli 2026.

Lodewyk menjelaskan, pengembangan terbaru akan lebih banyak menghadirkan rumah dengan harga sekitar Rp5 miliar agar dapat memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP). Meski demikian, perusahaan tetap menyediakan pilihan unit berukuran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar premium.

“Permintaan dari konsumen existing masih cukup baik. Banyak pembeli yang kembali membeli rumah untuk anak maupun anggota keluarganya, sehingga pasar repeat buyer cukup potensial,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Manager Royal Residence, Dina Ariyanti, mengatakan perusahaan juga masih menawarkan sejumlah unit rumah siap huni (ready stock) dengan harga mulai Rp1,2 miliar yang tersebar di beberapa cluster. Seluruh unit tersebut memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas PPN-DTP.

Selain produk hunian, Royal Residence juga menyediakan unit Small Office Home Office (SOHO) bagi pelaku usaha yang ingin segera memulai atau mengembangkan bisnis. Pilihan SOHO tersedia dalam berbagai ukuran dengan harga berkisar Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

“Untuk SOHO ukuran besar yang berada di kawasan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB), saat ini masih tersedia empat unit siap pakai. Sedangkan SOHO ukuran lebih kecil masih tersedia lima unit dengan harga sekitar Rp5 miliar dan juga dapat memanfaatkan program PPN-DTP,” jelas Dina.

Dengan beragam pilihan produk hunian maupun komersial serta dukungan insentif pemerintah, Royal Residence optimistis dapat menjaga momentum penjualan hingga akhir tahun sekaligus menyelesaikan pemasaran tahap pertama Cluster Organica. bj3